Terbukti Langgar Paten Prosessor, Apple Bayar Kampus Rp6,7 Triliun

Senin, 31 Jul 2017 | 07.00 WIB

Terbukti Langgar Paten Prosessor, Apple Bayar Kampus Rp6,7 Triliun

salah satu chip buatan Apple (IST)


Centroone.com - Apple kembali "dipukul" denda besar terkait gugatan paten. Akhir pekan ini, perusahaan bermarkas di Cupertino itu diperintahkan untuk membayar kompensasi senilai USD 506 juta atau sekitar Rp6,7 triliun setelah terbukti bersalah menggunakan paten teknologi prosessor milik University of Wisconsin tanpa izin. 

Paten teknologi yang dimaksud memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja prosesor dengan memprediksi perintah apa yang akan diberikan pengguna kepada sistem. Teknologi itu sendiri adalah karya  Profesor Ilmu Komputer University of Wisconsin, Gurindar Sohi, dan ketiga mahasiswanya pada 1998.

Paten itu digunakan untuk memproduksi chip Apple A7, A8 dan A8X. Pengadilan awalnya menjatuhkan hukuman kompensasi sebesar USD 234 juta tetapi Apple melakukan banding.  Banding yang dilakukan pada tahun 2015 itu diajukan Apple karena menurut Apple, paten dari kampus tersebut juga tidak resmi.  

Tapi pengadilan berkata lain, bukannya jumlahnya berkurang, Apple malah kembali mendapat tambahan hukuman sehingga totalnya menjadi USD 503 juta.

Dilansir dari Business Insider, total kompensasi baru diberikan setelah pengadilan mempertimbangkan jumlah bunga yang dikenakan serta paten yang disalahgunakan Apple sampai pada Desember 2016.  Perkara ini sendiri ditetapkan pada Senin 24 Juli 2017, waktu setempat. by