Kemeriahan Surabaya CCI Hibur Warga Kota Pahlawan

Senin, 17 Jul 2017 | 00.36 WIB

Kemeriahan Surabaya CCI Hibur Warga Kota Pahlawan

Peserta CCI yang naik becak hias mengikuti parade. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Surabaya Cross Culture International (CCI) Folk Art yang dibuka Minggu (16/7/2017) diramaikan ratusan peserta dari beberapa negara. Acara yang terpusat di Tugu Bambu Runcing diawali dengan parade seni dengan naik becak hias dari Taman Bungkul, sampai Tugu Kerapan Sapi lalu finish di Tugu Bambu Runcing. 

Di sana mereka menampilkan atraksi budaya dibalut kostum yang menjadi ciri dari masing-masing negara. Slovakia sebagai negara pertama dengan jumlah 24 orang menampilkan tarian cardas, disusul Polandia yang membawa 27 orang menampilkan tarian krakovia, lalu negara gajah putih, Thailand dengan jumlah personil 28 orang menampilkan tari ponglang.

Disusul negara lain seperti Kanada yang membawa 22 orang menyajikan dansa jalanan, disusul Guangzhou, China berjumlah 2 orang, Lithuania sebanyak 27 orang, Rusia 22 orang dan negara Perancis membawa 2 orang.

‚Äč


Sedang peserta dari dalam negeri yang tampil adalah Bali dengan membawa 22 orang menampilkan tari Joged dan Jawa Barat yang membawa 12 orang menampilkan tarian Garuda. Keceriaan itu juga ditampilkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan memberi semangat kepada peserta yang tampil dan meminta warga untuk bertepuk tangan.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya berharap supaya acara ini mampu menjadikan Surabaya sebagai salah satu destinasi wisata dan nanti akan dikemas lebih profesional lagi kedepannya. Nanti bisa dijual ke mancanegara. 

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Widodo Suryantoro mengatakan, sebanyak 224 peserta meramaikan festival Surabaya CCI. "Untuk tahun ini lebih semarak karena jumlah negara yang ikut cukup banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi untuk tari-tarian modern, kreasinya selalu berubah-ubah dari tahun ke tahun," kata Widodo.

Rencananya, pemkot akan mengundang lebih banyak lagi peserta baik peserta luar maupun dalam negeri. Tahun depan di target 10 negara. Selain itu, dirinya juga berencana agar tahun depan acara ini dikemas sedikit berbeda dari biasanya. "Tahun depan, saya ingin menampilkan seni teater namun lokasinya outdoor," imbuhnya.

Melalui agenda tahunan ini, Widodo berharap ada kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat Surabaya. Pertama adanya transfer knowledge dalam hal kreasi kesenian. (windhi/by)