Petya Diduga Lebih Kuat Dari WannaCry, Interpol Siaga

Jumat, 30 Jun 2017 | 18.00 WIB

Petya Diduga Lebih Kuat Dari WannaCry, Interpol Siaga

ilustrasi (IST)


Centroone.com - Serangan ransomware Petya di Eropa dilaporkan telah mulai menjalar ke kawasan Asia. Petya, yang memanfaatkan celah keamanan pada komputer - persis seperti yang dilakukan WannaCry beberapa waktu  lalu, menurut Kapersky Lab telah memakan korban 2000 komputer di tiga negara yakni Ukraina, Rusia dan Polandia serta telah merebak ke sejumlah negara lain serta negara-negara Asia. 

Pihak Interpol mengatakan, pihaknya sedang memantau  serangan itu dan telah mengadakan kerjasama dengan negara-negara anggota mereka dengan sejumlah ahli IT mengatakan sejumlah negara korban masih akan muncul.  Beberapa ahli berpendapat malware tersebut kemungkinan mengambil kesempatan pasca serangan WannaCry. 

"Pada awalnya,  terlihat sebagai satu varian ransomware yang muncul pada tahun lalu. Ransomware bernama Petya dan versi terbarunya adalah Petrwrap. Namun, kini semua kabur," kata ilmuwan komputer, Prof Alan Woodward seperti dilansir dari Independent. 

Pakar keamanan veteran dari Veracode, Chris Wysopal membenarkan malware tersebut menyerang melalui lubang keamanan yang sama dengan yang dieksploitasi oleh WannaCry. 

Ia menambahkan Petya berhasil melakukan serangan karena pasca serangan WannaCry yang berhasil ditangani dalam waktu cepat, masih banyak perusahaan keamanan yang belum menutup lubang keamanan tersebut. 

Prof. Alan Woodward juga yakin pelaku serangan itu, mengambil kesempatan dari pemulihan serangan WannaCry atau bahkan telah memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada WannaCry.  by