Menjalar ke Asia, Ini Korban Serangan Ransomware Petya

Jumat, 30 Jun 2017 | 16.00 WIB

Menjalar ke Asia, Ini Korban Serangan Ransomware Petya

ilustrasi (IST)



Centroone.com - Serangan ransomware Petya di Eropa dilaporkan telah mulai menjalar ke kawasan Asia. Petya, yang memanfaatkan celah keamanan pada komputer - persis seperti yang dilakukan WannaCry beberapa waktu  lalu, menurut Kapersky Lab telah memakan korban 2000 komputer di tiga negara yakni Ukraina, Rusia dan Polandia. 

Petya kemudian dilaporkan menyebar ke Denmark, Perancis, Inggris dan Amerika Serikat (AS) serta beberapa negara Asia.   Beberapa korban serangan Petya mengklaim komputer mereka diblokir dan menerima pesan permintaan tebusan berupa bitcoin sebesar USD 300 jika ingin mendapatkan kembali file mereka.  Demikian seperti dilaporkan BBC. 

Serangan Petya pertama kali terdeteksi pada jaringan komputer bank sentral Ukraina dan beberapa lembaga keuangan, penyedia sumber energi negara dan bandara utama di ibukota Ukraina.  Pemerintah Ukraina menyebutnya sebagai serangan cyber terburuk dalam sejarah negara itu. Rusia yang awalnya diduga mendalangi serangan itu juga turut menjadi korban, dengan perusahaan minyak terbesar negara itu, Rosneft dan perusahaan pembuat besi, Evraz menjadi sasaran utama.

Petya juga menyerang jaringan komputer perusahaan transportasi laut di Denmark, Maersk, perusahaan periklanan raksasa Inggris, WPP dan beberapa rumah sakit di seluruh London, kelompok industri Perancis, Saint-Gobain dan perusahaan farmasi raksasa AS, Merck.

Di Asia, perusahaan cokelat, Cadbury dilaporkan menjadi perusahaan pertama di Australia yang menjadi korban. Sebuah terminal yang dikelola AP Moller-Maersk dan berada di pusat fasilitas kontainer terbesar di India di Pelabuhan Jawaharlal Nehru dan beberapa perusahaan negara itu turut menjadi korban.

Sementara itu, Kepala insinyur keamanan di Qihoo 360 Technology Co, Zheng Wenbin mengatakan, ada kemungkinan virus itu sudah mulai menyebar di Cina, namun bukan dalam skala yang besar. by