Tidak Banyak Dikenal, Ini Jasa Besar Mastini Bagi Bangsa dan Pramuka

Kamis, 06 Apr 2017 | 07.00 WIB

Tidak Banyak Dikenal, Ini Jasa Besar Mastini Bagi Bangsa dan Pramuka

Almarhum Mastini Hardjoprakoso (pramuka/Centroone)


Centroone.com - Senin (3/4/2017) kemarin keluarga besar Gerakan Pramuka Indonesia berduka.  Salah satu tokoh Pramuka dan juga tokoh nasional Indonesia, Mastini Hardjoprakoso, M.L.S. meninggal dunia.  Meskipun namanya mungkin tidak terlalu banyak dikenal masyarakat, namun wanita yang juga Kepala Perpustakaan Nasional pertama itu punya banyak jasa penting bagi Indonesia, terutama Gerakan Pramuka Indonesia.

“Perpustakaan Pramuka yang megah di area Pusdika adalah karya beliau di era Kak Mashudi, dan dinamakan Perpustakaan Ki Hadjar Dewantara. Gedung Pusdiklatnas yang sekarang,  awalnya adalah Gedung Perpustakaan Gerakan Pramuka. Sementara TRW yang sekarang  awalnya adalah Pusat Pendidikan Kader (Pusdika) Gerakan Pramuka,” tutur Wakil Ketua Kwarnas Bidang Binawasa, Susi Yuliati tentang Mastini , yang juga penjahit bendera  merah putih untuk digunakan pada ajang PON pertama itu.

Peran Mastini ini juga diakui oleh Mantan Kepala Biro Humas Kwarnas, Nurman Atmasulistya, yang dahulu mengaku pernah menjadi bawahannya. “Beliau itu aktif, mulai dari terbentuknya Gerakan Pramuka,” jelasnya, di TMP Kalibata, Selasa (4/4).

“Waktu itu namanya masih Pandu Rakyat. Bung Karno membubarkan dan menyatukan di dalam organisasi Gerakan Pramuka. Tadinya, namanya pionering seperti di negara komunis, tapi karena perjuangan antara lain beliau, itu ibu Mastini, Pak Mutahar, akhirnya namanya menjadi Praja Muda Karana,” papar Nurman.

Mastini Hardjoprakoso lahir di Surakarta, 7 Juli 1923. Selain pernah menjadi Kepala Perpustakaan Nasional pertama, ia adalah penggagas berdirinya Gedung perpustakaan Nasional, Salemba, yang sebelumnya berlokasi di Museum Nasional, Jalan Merdeka Barat Jakarta.

Selama hayatnya, Mastini Hardjoprakoso banyak berkontribusi untuk negeri. Karena hal tersebut, ia mendapat banyak penghargaan, seperti Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Soeharto (1955), Penerima Penghargaan Lifetime Achievement Nugra Jasadarma, dan Pustaloka dari Perpustakaan Nasional RI (2016). by