Tunggu Panen, Petani Pilih Berburu Telur Semut

Sabtu, 29 Apr 2017 | 07.00 WIB

Tunggu Panen, Petani Pilih Berburu Telur Semut

ilustrasi telur semut (IST)


Centroone.com -Sejumlah petani wilayah utara Thailand tidak lagi mengandalkan menanam padi sebagai ladang mencari rejeki. Para petani itu belakangan rela menahan sakit, demi mencari tambahan rejeki dengan berburu telur semut. 

Sebelum panen tiba, petani di daerah Surin lebih gemar mencari telur semut untuk dijual di pasar lokal karena tingginya tingkat permintaan. Telur semut, yang dijadikan sajian hidangan kuliner itu dipercaya memiliki protei tinggi, vitamin, dan rendah lemak. 

Di Thailand sendiri, Banyak pedagang kaki lima yang menjual telur semut weaver dibungkus dengan daun pisang yang populer menjadi makanan ringan yang siap dibawa ke mana saja. Baik semut dan telurnya, bagi masyarakat Thailand, terutama di wilayah Utara  adalah  pelengkap dari beberapa jenis masakan khas Thailand, termasuk salad, tumis-tumisan, dan berbagai sup.

Telur semut weaver, bagi masyarakat Thailand Utara dianggap memiliki rasa mentega yang kuat dan terasa sedikit manis. Sementara untuk rasa dari semut weaver dewasa mirip seperti rasa jeruk nipis yang segar. Dengan berburu telur semut, para petani Thailand dilaporan bisa mendapatkan pendapatan hingga 1000 Bath sehari atau sekitar Rp 400 ribu. by