Lambat Setorkan Data, Warga Miskin Belum Terima BPJS PBI

Jumat, 28 Apr 2017 | 23.00 WIB

Lambat Setorkan Data, Warga Miskin Belum Terima BPJS PBI

Kantpr pelayanan BPJS (dokCentroone)


Centroone.com - Dalam Perwali 53/2014 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Keterangan Miskin untuk Pelayanan Bidang Kesehatan, ada target yang harus dipenuhi. Target dari pemberlakuan Perwali itu adalah sebanyak 300.000 warga miskin di Surabaya untuk bisa memiliki surat keterangan miskin (SKM). Namun sejak Perwali diterbitkan, hingga saat ini baru sekitar 260.000 warga yang tercover SKM. 

Sayangnya, SKM yang bersifat sementara itu sampai pemiliknya mendapatkan BPJS Kesehatan, hingga kini tak sempurna dalam menerima pelayanan kesehatan. Masa berlaku SKM yang sangat pendek (hanya dua bulan), justru banyak merugikan warga miskin. MEreka harus membayar pelayanan yang didapat jika SKM itu sudah lewat masa berlakunya.

Selain masa berlaku yang pendek, pengurusan hingga pencetakan SKM itu juga sangat lama. Butuh beberapa hari bagi warga miskin untuk mendapatkan SKM tersebut. 

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Nanis Chairani, masih belum terbitnya kartu BPJS bagi pemegang SKm lantaran ada kelurahan yang kadang tidak segera melaporkan ke pihaknya.

"Padahal kalau sudah dilaporkan ke kami, pasti akan kita proses," jelasnya. 

Dia pun meminta, saat ada warga mengurus SKM, datanya segera diserahkan pihak kelurahan ke Pemkot Surabaya. Hal ini untuk memenuhi target Perwali agar warga miskin yang memegang SKM segera mendapatkan BPJS PBI Kesehatan. (windhi/by)