Wujudkan Kabupaten Literasi, Mulai Siapkan Tim dan Anggaran

Kamis, 27 Apr 2017 | 18.30 WIB

Wujudkan Kabupaten Literasi, Mulai Siapkan Tim dan Anggaran

Tirto Adi (kanan) saat menerima piagam penghargaan dari Silvana Erlina (kiri) (Centroone)


Centroone.com - Seiring dengan akan berakhirnya Program Usaid Prioritas khususnya di Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu kabupaten mitra telah menyiapkan beragam strategi untuk menindaklanjuti praktik baik dari program yang sudah terlaksana. Hal ini disampaikan oleh Tirto Adi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo saat menghadiri kegiatan Penutupan program Usaid Prioritas di Kabupaten Sidoarjo (25/04).

Tirto Adi menjelaskan, kerjasama dengan Usaid  yang terbina sejak 2005 telah menghasilkan beragam praktik baik yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. “Salah satu praktik baik yang sudah terlihat adalah terpilihnya Kab Sidoarjo mendapatkan penghargaan literasi Prioritas tingkat nasional pada Bulan Maret. Hal ini merupakan capaian yang juga mendapatkan dorongan dari Program Usaid Prioritas agar Sidoarjo segera mewujudkan Kabupaten Literasi,” ungkapnya.

Untuk itu, Tirto Adi sudah menyiapkan beberapa strategi agar kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo tetap terjaga meskipun Program Usaid Prioritasyang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar sudah selesai. Salah satu strategi yang dirancang oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo adalah fasilitator daerah yang telah dilatih oleh Usaid Prioritasakan dibentuk sebagai tim teknis dan tim pengembang pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. “Untuk itu kami harus menyiapkan payung hukum agar tim teknis dan tim pengembang ini dapat bekerja secara maksimal,” ungkapnya.

Kegiatan lainnya adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,2 Milyar terutama untuk mendukung kegiatan literasi di Kabupaten Sidoarjo. Menurut Tirto, seluruh sekolah di Kabupaten Sidoarjo sudah menerapkan budaya baca. Meski begitu masih ada saja pemahaman yang kurang terkait literasi di kalangan kepala sekolah dan guru. Untuk itu Tirto berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah terkait literasi melalui beragam pelatihan. “Kebetulan Usaid Prioritas sudah memiliki modul lengkap tentang literasi khususnya budaya baca di sekolah, dan fasilitator daerah kami sudah dilatih sehingga tinggal mendiseminasikan kepada guru dan kepala sekolah di Sidoarjo,” terangnya.

Koordinator Usaid Prioritas Jawa Timur  Silvana Erlina  mengungkapkan, Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang antusias meningkatkan kualitas pendidikannya. Bahkan untuk program diseminasi, Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten yang tertinggi yang telah melakukan diseminasi dengan anggaran bos dan mandiri lebih dari Rp 4 Milyar.

“Keistimewaan Sidoarjo dibanding dengan kabupaten lainnya di Jatim adalah adanya Perbup Nomor 38/2013 tentang Pembinaan dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dimana guru wajib menyisihkan 5% dana tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk penguatan profesionalismenya. Sehingga para guru di Sidoarjo bisa melaksanakan pelatihan secara mandiri dengan dana tersebut,” ungkap Silvana.

Sementara itu kegiatan Penutupan Program Usaid Prioritas juga dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk (26/04). Kegiatan ini dipimpin oleh Sujito, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Dalam sambutannya, Sujito juga mengungkapkan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Usaid Prioritasdalam rangka meningkatkan kualitas pendidik di Kabupaten Nganjuk. by