Didorong Untuk Ajarkan Akhlak Baik dan Kepekaan Sosial

Kamis, 30 Mar 2017 | 23.59 WIB

Didorong Untuk Ajarkan Akhlak Baik dan Kepekaan Sosial

Wali Kota Risma saat memberikan arahan kepada guru ngaji dan sekolah Minggu. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Pembentukan akhlak yang baik dan mulia bagi generasi emas bangsa, memang tak lepas dari peran guru ngaji dan sekolah Minggu. Apalagi peran itu dijalankan di tengah-tengah kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat. Pembentukan akhlak itu menjadi sebuah pondasi untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya cerdas secara fisik namun juga emosional serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila.

“Sering kali kita melupakan mereka, namun peran mereka sangat dibutuhkan dalam mendidik anak untuk menjadi manusia yang tidak hanya pintar tapi juga memiliki akhlak mulia,” tutur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat memberikan arahan dalam Pembinaan Guru Ngaji dan Sekolah Minggu, Kamis (30/3/2017) di Convention Hall Jl Arief Rachman Hakim.

Wali kota mengajak guru ngaji dan sekolah Minggu untuk menekankan kepada seluruh anak agar saling menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi persatuan. Tidak hanya itu, Risma sapaan akrab wali kota juga berharap agar anak-anak Surabaya memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial yang tinggi.

“Sejak awal kita telah ditakdirkan berbeda-beda ada yang kulitnya hitam dan putih, ada juga rambutnya yang keriting juga lurus, namun kita sudah sepakat bahwa satu tanah bangsa satu tanah air Indonesia,” tegas Risma.

Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya itu berharap agar para guru ngaji dan sekolah Minggu dapat mengajarkan kepada anak tentang kesulitan orang lain, jangan sampai hati dan pikiran mereka mati. Selain itu para guru ngaji juga diharapkan dapat menguasi teknologi, karena dengan teknologi mereka dapat melihat keluar, mana yang baik dan mana yang tidak baik.

“Mari kita isi anak-anak dengan kegiatan yang positif,  penjajahan ke depan adalah pada kemiskinan dan perekonomian, anak yang kreatif adalah anak yang mampu bertahan serta mampu menyelesaikan masalahnya sendiri,” kata wali kota. (windhi/by)