Mengintip Manfaat IoT di Setiap Sektor Ekonomi

Selasa, 21 Mar 2017 | 15.00 WIB

Mengintip Manfaat IoT di Setiap Sektor Ekonomi

ilustrasi (IST)


Centrooone.com -  Banyak perusahaan gencar mengadopsi Internet of Things (IoT) guna meningkatkan keuntungan bisnis, seperti peningkatan efisiensi dan inovasi di sektor-sektor enterprise, industri, layanan kesehatan, ritel dan pemerintahan di seluruh dunia.

Studi Aruba, bagian dari perusahaan Hewlett Packard Enterprise mengungkapkan berbagai tingkat kematangan IoT di sektor-sektor industri yang berbeda. Lima industri vertikal berikut merupakan pemimpin dalam adopsi IoT yang telah meraih manfaat bisnis yang nyata, mulai dari pendekatan kasus pemanfaatan yang difokuskan hingga pengadopsian.

Perusahaan enterprise menciptakan lingkungan kerja yang cerdas demi produktivitas dan efisiensi. Lebih dari tujuh dari sepuluh (72%) perusahaan enterprise telah memperkenalkan perangkat-perangkat IoT ke lingkungan kerja. Layanan-layanan yang berbasis lokasi indoor menempati peringkat kedua dalam kasus pemanfaatan yang paling menjanjikan dalam meningkatkan produktivitas karyawan, di bawah pemantauan jarak jauh (remote monitoring) yang menempati peringkat pertama.

Sebanyak 20% responden menyebutkan pengoperasian pencahayaan dan temperatur gedung dari jarak jauh sebagai kasus pemanfaatan utama, namun jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat hingga 53% ketika para responden ditanya mengenai implementasi IoT di masa depan.

Melihat hasil nyata yang telah diperoleh saat ini, 78% responden mengatakan pengenalan akan IoT di lingkungan kerja telah meningkatkan efektivitas tim TI mereka, dan 75% merasa bahwa pengenalan akan IoT tersebut telah meningkatkan profitabilitas.

Sektor industri meningkatkan efisiensi bisnis dan visibilitas melalui pemantauan dan pemeliharaan yang didorong oleh teknologi IoT. Lebih dari enam dari sepuluh (62%) responden di sektor industri telah menerapkan IoT. Penggunaan IoT untuk memantau dan memelihara fungsi-fungsi industri utama dianggap sebagai kasus pemanfaatan yang paling berpengaruh di sektor ini.

Saat ini, penggunaan kamera pengintai berbasis IP untuk keamanan secara fisik di perusahaan-perusahaan industri masih berada pada tahap awal, di mana hanya 6% responden yang telah mengimplementasikannya. Namun, ketika ditanya mengenai implementasi masa depan, penggunaan alat pengintai (pengawasan) melonjak lima kali lipat hingga 32%.Di sektor industri, 83% responden mengalami peningkatan efisiensi bisnis dan 80% lainnya telah memperoleh peningkatan visibilitas di seluruh perusahaan.

Dunia kesehatan memperkenalkan IoT guna meningkatkan pemantauan pasien, menghemat biaya, dan mendorong inovasi. Berada di peringkat ketiga sebagai sektor yang paling maju dalam penerapan IoT, 60% perusahaan layanan kesehatan global telah menggunakan perangkat-perangkat IoT ke dalam fasilitas-fasilitas mereka.

Di sektor ini, 42% pemimpin perusahaan menempatkan pemantauan dan pemeliharaan sebagai kasus pemanfaatan IoT yang paling utama—lebih tinggi dari sektor-sektor lainnya. Hal ini menekankan pentingnya pemantauan pasien yang didorong oleh teknologi IoT dalam industri kesehatan modern. Delapan dari sepuluh responden mengalami peningkatan dalam hal inovasi dan 73% lainnya mencapai penghematan biaya.  

Industri ritel berinteraksi dengan para pelanggan dan meningkatkan penjualan dengan menggunakan teknologi penunjukan lokasi di dalam ruangan. Hanya 49% responden dari industri ritel yang menggunakan teknologi IoT, namun 81% dari mereka mengakui adanya peningkatan pengalaman pelanggan. Peningkatan pengalaman pelanggan cenderung memiliki dampak yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan dan pada akhirnya berpengaruh pada pendapatan.

Layanan-layanan lokasi in-store yang menghadirkan penawaran terpersonalisasi dan informasi produk kepada para pembeli dianggap sebagai kasus pemanfaatan IoT yang paling utama, di samping pemantauan dan pemeliharaan. Empat dari sepuluh pebisnis di industri ritel menempatkan pengawasan (surveillance) dalam tiga besar kasus pemanfaatan IoT.

Sektor pemerintahan merupakan yang paling lambat melakukan adopsi IoT, di mana hanya 42% pemerintah kota yang telah menggunakan perangkat-perangkat dan sensor-sensor IoT. Sepertiga (35%) dari para pengambil keputusan TI di sektor ini menyatakan bahwa para eksekutif mereka memiliki tingkat pemahaman IoT yang rendah, dua kali lebih besar dari jumlah rata-rata secara global, yang menunjukkan bahwa kurangnya pendidikan merupakan penghalang terbesar dalam melakukan pengadopsian massal di sektor ini.

Sementara hampir setengah (49%) dari divisi-divisi TI pemerintahan masih berkutat dengan teknologi warisan, tujuh dari sepuluh pengadopsi IoT di sektor publik melaporkan penghematan biaya dan peningkatan visibilitas perusahaan sebagai manfaat utama. by