Implementasi IoT Sumbang Peningkatan Laba Bagi Perusahaan

Selasa, 21 Mar 2017 | 13.00 WIB

Implementasi IoT Sumbang Peningkatan Laba Bagi Perusahaan

ilustrasi (IST)


Centroone.com - Penerapan Internet of Things (IoT) di kawasan Asia Pasifik diprediksi sudah bakal mencapai angka 86 persen di tahun 2019,  menurut hasil penelitian: ‘The Internet of Things: Today and Tomorrow’. 

Meskipun perusahaan mengadopsi IoT guna meningkatkan keuntungan bisnis, seperti peningkatan efisiensi dan inovasi di sektor-sektor enterprise, industri, layanan kesehatan, ritel dan pemerintahan di seluruh dunia, studi Aruba, bagian dari perusahaan Hewlett Packard Enterpris memperingatkan bahwa menghubungkan ribuan perangkat ke jaringan-jaringan bisnis yang ada akan menghasilkan tantangan-tantangan keamanan baru, yang telah mengakibatkan pembobolan keamanan bagi sebagian besar perusahaan di wilayah Asia Pasifik.

Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun 97% dari 1.150 responden di Asia Pasifik (Australia, Tiongkok, India, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan) mengerti tentang IoT, banyak responden yang masih belum sepenuhnya paham mengenai definisi IoT yang sebenarnya dan manfaat IoT bagi perusahaan mereka.

“Pengertian ‘Internet of Things’ adalah sensor-sensor yang terhubung ke Internet dan berperilaku seperti Internet dengan membuat koneksi-koneksi terbuka setiap saat, serta berbagi data secara bebas dan memungkinkan aplikasi-aplikasi yang tidak terduga, sehingga komputer-komputer dapat memahami dunia di sekitar mereka dan menjadi bagian dari kehidupan manusia.” tutur visioner teknologi, Kevin Ashton, pencipta istilah ‘Internet of Things’, dalam eBook terbarunya, ‘Making Sense of IoT’, yang diprakarsai oleh Aruba,

Saat mengamati manfaat bisnis dari IoT, Ashton menemukan bahwa keuntungan nyata dari IoT melampaui ekspektasi awal di segala aspek. Di Asia Pasifik, harapan akan keuntungan  ini tampak paling jelas di dua bidang kinerja utama: profitabilitas dan efisiensi bisnis.

Misalnya, 35% pemimpin bisnis memperoleh peningkatan laba yang signifikan setelah mengimplementasikan IoT, yang merupakan peningkatan sebesar 20% dari ekspektasi awal yang memproyeksikan keuntungan laba besar dari investasi IoT (15%). Demikian halnya dengan 39% pemimpin bisnis yang memperkirakan bahwa strategi-strategi IoT mereka akan menghasilkan perbaikan efisiensi bisnis yang sangat besar.

Hasil sesungguhnya menunjukkan bahwa lebih dari separuh pemimpin bisnis yang mengimplementasikan IoT (51%) telah meraih keuntungan efisiensi bisnis yang besar.

Chris Kozup, Vice President of Marketing, Aruba, mengatakan: dengan manfaat bisnis dari IoT yang melampaui ekspektasi, tidak mengherankan jika dunia bisnis akan beralih ke adopsi massal hingga tahun 2019. Namun, dengan banyaknya para eksekutif yang kurang memahami bagaimana cara menerapkan IoT ke dalam bisnis mereka, mereka yang berhasil menerapkan IoT akan berada di posisi yang tepat untuk meraih keuntungan kompetitif. by