ITS Dipercaya University of Vienna Dampingi Program Studi Ekskursi

Selasa, 21 Mar 2017 | 06.00 WIB

ITS Dipercaya University of Vienna Dampingi Program Studi Ekskursi

Mahasiswa studi ekskursi saat mengikuti pembukaan acara di ITS. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - University of Vienna Austria tertarik dengan kampus ITS Surabaya. Namun kali ini, ketertarikan itu bukanlah di bidang teknik (teknologi dan sains), sesuai berbagai fakultas dan jurusan di ITS. Kampus ini, tengah menjalankan Study Excursion dengan program Anthropology Exploration of Surabaya’s Kampungs. Untuk itulah, ITS merasa tertantang untuk menjadi wadah studi itu mulai 20 Maret 2017 sampai 9 April 2017.

Program Anthropology Exploration of Surabaya’s Kampungs ini merupakan suatu acara yang dijalin antara ITS dengan University of Vienna. Yang dijembatani oleh ASEA-UNINET (ASEAN European Academic University Network) untuk melakukan studi ekskursi. Menariknya, para pelaku studi ekskursi ini bukan mengambil suatu jurusan perkuliahan yang berbau sains dan teknologi, melainkan mereka adalah 18 mahasiswa strata-2 (S2)  yang mengambil jurusan Sosial-Antropologi.

"Siapa tahu, karena kampung yang dimiliki Kota Surabaya ini menjadi daya tarik para pelaku studi ekskursi untuk melakukan penelitiannnya di Surabaya," ujar Dr Maria Anityasari, Direktur Hubungan Internasional ITS.

Adapun delapan kampung yang dijadikan objek penelitian di Kota Pahlawan ini diantaranya kampung Jemur Wonosari, kampung lawas Maspati, kampung kue di Rungkut Lor dan beberapa kampung unik lainnya di Surabya.

Melihat ada suatu keunikan tentang predikat kampung pilihan yang berbeda-beda, Shelvy selaku ketua pelaksana acara ini menjelaskan, pemilihan  kampung mitra yang dijadikan objek studi ini berdasarkan kesamaan objek studi dari jurusan yang ada di ITS dengan pemilihan kampung.

Semisal kampung kue di Rungkut Lor ini  yang terkenal dengan kampung yang maju dalam wirausaha. Sebelum menuju kampung kue ini, mereka diberikan pengarahan oleh dosen ITS yang dikemas dalam bentuk Course-session. "Dengan harapan sebelum melakukan penelitian para pelaku studi ekskursi sudah paham betul tentang habitat objek penelitian, dari mulai gaya berpakaian, etika bersosialisasi hingga komunikasi yang baik dengan warga sekitar,” jelas Shelvy. (windhi/by)