Berlakukan Parkir Zona Demi Kelancaran Lalu Lintas

Senin, 20 Mar 2017 | 23.59 WIB

Berlakukan Parkir Zona Demi Kelancaran Lalu Lintas

ilustrasi Parkir (dokCentroone)



Centroone.com - Sejak hari ini, Senin (20/3/2017), parkir zona mulai diberlakukan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Tentu saja penerapan parkir zona untuk mengantisipasi kebocoran pendapatan dari sektor parkir.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyudrajat. “Tujuan penerapan parkir zona, bukan hanya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun yang utama  sebagai instrument pengendali lalu lintas. Sehingga kepadatan lalu lintas terdistribusi dari area yang padat ke kawasan yang tak padat,” jelas Irvan.

Irvan mengungkapkan, pertambahan kendaraan bermotor tiap tahun meningkat. Kendaraan bermotor roda dua pengingkatannya sekitar 11-15 persen per tahun, mobil atau roda empat sekitar 5 persen. Sayangnya, penambahan kendaraan ini tak pernah diimbangi dengan penambahan infrastruktur jalan yang setiap tahun hanya berkembang 1-4 persen saja.

Otomatis, peningkatan kendaraan ini juga dibarengi dengan keberadaan parkir liar dan resmi di tepi jalan. Hal ini mampu memakan badan jalan hingga menyusut dari luasan yang ada. Otomatis, kemacetan lalu lintas pun sering terjadi. Jika sudah terjadi kemacetan, yang rugi adalah warga dan pengguna ruas jalan setempat.

Irvan mengakui, selama ini jumlah pengguna parkir di tepi jalan lebih besar dari pada di gedung maupun lahan parkir. Pasalnya, tarif parkir di area gedung lebih mahal. Namun dengan penerapan parkir zona dengan kenaikan tarifnya, diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas.

Kadishub mengatakan, 10 Kawasan yang mulai diberlakukan tarif parkir zona, meliputi Jembatan Merah, Tugu Pahlawan, Tunjungan, Blauran, Embong Malang, Pasar Atom, Taman Bungkul, Balaikota, Kertajaya dan Keputran. Agar penerapannnya berjalan efektif, Dinas perhubungan menerjunkan 170 petugas di lapangan saat penerapan ini. Dengan mahalnya tarif pakir di zona tertentu, orang akan berpindah ke parkir gedung.

Tarif parkir zona seperti yang  tercantum dalam Perda 1/2009 tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan Retribusi Parkir, mengalami kenaikan signifikan. Tarif parkir itu naik 100 persen atau dua kali lipat. Dengan penerapan parkir ini, diharapkan mendorong investor untuk berinvestasi di sektor jasa parkir gedung. Saat ini saja sudah ada tujuh gedung parkir yang dikelola swasta. Dengan penambahan di berbagai titik, maka akan mengurangi parkir di tepi jalan umum.

Sementara untuk parkir liar, Dinas Perhubungan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menindaknya. Pasalnya penyelenggaraan parkir liar itu sudah masuk ranah pidana. (windhi/by)