Banyak Dimanfaatkan, Program e-Lampid Jadi Favorit Warga

Senin, 20 Mar 2017 | 22.00 WIB

Banyak Dimanfaatkan, Program e-Lampid Jadi Favorit Warga

ilustrasi (IST)


Centroone.com - Program kependudukan berbasis teknologi informasi yang dijalankan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, mulai direspon warga. Hal ini yang membuat dinas ini terus semangat untuk meningkatkan pelayanannya dengan sistem online. Program itu diberi nama e-Lampid.

Sejak digagas pada 2015 hingga kini, e-Lampid yang merupakan aplikasi untuk memudahkan warga mengurus enam layanan kependudukan, telah dimanfaatkan puluhan ribu warga Surabaya. Enam layanan kependudukan yang bisa diurus secara online melalui e-Lampid yakni akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, akta perceraian, surat keterangan pindah datang, serta surat keterangan pindah keluar.

“E-Lampid ini sudah mengalami pengembangan. Bila dulunya hanya melayani empat layanan kependudukan, kini sudah enam pelayanan. Aplikasi ini juga sudah diadopsi oleh Pemkot Jayapura,” tegas Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo.

Data yang ada di Dispendukcapil Kota Surabaya, untuk permohonan pengurusan akta kelahiran secara online melalui e-Lampid, sejak 2015 hingga awal 2017 ini sudah mencapai 80.401. Rinciannya, tahun 2015 sebanyak 30.256, lalu tahun 2016 naik menjadi 37.629. Lalu, di tahun 2017 ini sudah ada 12.516 pengurusan akta kelahiran. Sedangkan untuk pengurusan akta kematian, sejak 2015 hingga kini ada 10.650 pengurusan. Dari jumlah 8.404 pada 2015, lalu 2.189 pada 2016 dan di tahun 2017 ini sudah ada 57 pengurusan akta kematian.

Sementara untuk permohonan pindah keluar, dari 2015 hingga awal 2017 ini total ada 21.355 permohonan. Adapun untuk permohonan pindah datang, di tahun 2017 ini sudah ada 2.250 permohonan. Lalu untuk permohonan pencatatan perkawinan mencapai 4.183 dan permohonan pencatatan perceraian mencapai 149 pemohon.

“Pelayanan kependudukan secara online ini tujuannya untuk lebih memudahkan masyarakat. Seperti proses pendaftaran dan pengumpulan dokumen kelengkapan pengurusan akta kelahiran, akta kematian, cukup berhenti di kelurahan. Lalu untuk surat keterangan pindah datang dan pindah keluar, cukup berhenti di kecamatan. Jadi tidak perlu ke kantor Dispendukcapil,” sambung Suharto Wardoyo.

Dalam kesempatan tersebut, Suharto juga menyampaikan bahwa Dispendukcapil Kota Surabaya akan tetap melakukan perekaman KTP elektronik bagi warga yang belum melakukan perekaman. Seperti Selasa (21/3), Dispendukcapil akan melakukan perekaman KTP elektronik di UPTD Babat Jerawat. Namun, karena belum tersedia blangko KTP elektronik, akan dibuatkan surat keterangan pengganti KTP elektronik.

“Surat keterangan ini berlaku enam bulan. Ini bisa digunakan untuk keperluan perbankan, asuransi, BPJS, kepolisian (semisal pengurusan SIM/STNK), imigrasi dan juga Pilkada. Dan kami mohon instansi pelayanan publik tidak menolak surat keterangan ini,” jelasnya. (windhi/by)