Gajinya Ketahuan Rp 56 Miliar, PNS Ini Pilih Mundur

Minggu, 19 Mar 2017 | 02.00 WIB

Gajinya Ketahuan Rp 56 Miliar, PNS Ini Pilih Mundur

ilustrasi (IST)


Centroone.com - Direktur Pos Australia, Ahmed Fahour memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin perusahaan pengiriman nasional Australia, pada bulan Februari lalu hanya dua minggu setelah publik dikagetkan dengan besar gajinya yang mencapai 5,6 juta dollar Australia. Besarnya gaji itu, menjadikan Ahmed sebagai PNS dengan gaji terbesar di Australia.

Ahmed mendapat gaji  4,4 juta dollar Australia serta bonus tahunan  1,2 juta dollar Australia atau total 5,6 juta dolar AS(sekitar Rp 56 miliar). jumlah itu 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan gaji Perdana Menteri Australia yang "hanya' 507,000 dollar Australia setahun. Demikian seperti dilaporkan News.com.au.

Pengunduran diri Ahmed sendiri bertepatan dengan pengumuman keuntungan Pos Australia yang mencapai 131 juta dollar Australia untuk enam bulan terakhir, sampai Desember tahun lalu. Keuntungan itu adalah lonjakan besar dibandingkan keuntungan 16 juta dollar Australia untuk periode yang sama pada 2015.



Ahmed, 50, kelahiran Lebanon itu mengatakan, ia mengundurkan diri setelah berhasil mengubah Pos Australia dari layanan kiriman tradisional menjadi bisnis packing dan pengiriman berbasis digital dalam tujuh tahun kepemimpinannya.  Dia menegaskan pengunduran dirinya bukan karena gajinya yang luar biasa terungkap.

Awal bulan ini, komite Senat mengumumkan gaji Ahmed yang membuat publik kaget, namun dibantah Pos Australia yang tidak ingin hal itu mempengaruhi citra perusahaan. Gaji itu sendiri, menurut Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, yang memiliki kekayaan properti diperkirakan lebih dari 200 juta  dollar Australia  gaji Ahmed itu terlalu tinggi.

PNS Australia dengan gaji tertinggi kedua setelah Ahmed adalah CEO  NBN (National Broadband Network) Co, Bill Morrow, yang menerima 3,6 juta dollar Australia tahun lalu, termasuk bonus  1,2 juta dollar Australia. by