Dispora Surabaya Fokus Bangun Sarana Olahraga

Selasa, 07 Feb 2017 | 13.00 WIB

Dispora Surabaya Fokus Bangun Sarana Olahraga

Kegiatan olahraga di lapangan Thor (Centroone)


Centroone.com - Pemkot Surabaya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) fokus melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana pada 2017 ini. Ada dua sarana dan prasarana yang proyeksi kelanjutan pembangunannya ditarget selesai tahun ini. Yakni sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) dan lapangan atletik Thor di belakang Gelora Pancasila.

Kepala Dispora Kota Surabaya M Afgany Wardhana mengatakan, pihaknya memang fokus untuk menghidupkan kawasan GBT. Bila pada 2016, lintasan jalur lurus drag race sudah selesai, maka tahun ini fokus pengerjaan sirkuit. Untuk sirkuit di GBT, pengerjaannya akan diawali dari sisi selatan. Dia berharap, pengerjaan sirkuit dengan nilai Rp28 miliar tersebut sudah selesai sebelum akhir tahun.

“Untuk drag race sudah selesai, tinggal sirkuitnya. Kami mulai dari sisi selatan dulu. Diperkirakan sirkuit ini sembilan bulan selesai,” ujar Afghany.
Untuk pemanfaatan lintasan drag race, Afghany mengatakan, izin pemakaian akan turun bila yang mengajukan izin memang memiliki peralatan untuk balap. Selain itu, Dispora juga menggandeng IMI (Ikatan Motor Indonesia) sebagai organisasi yang menaungi olahraga ini. “Kalau peralatan sudah memenuhi syarat standar, kami bisa memberi izin latihan. Sebab, meskipun hanya latihan, kami juga mempertimbangkan unsur keamanan baik bagi penonton dan juga pembalapnya,” ujarnya.

Dia optimistis, keberadaan drag race dan sirkuit yang tengah dibangun nantinya akan mampu mengatasi aksi kebut-kebutan di jalan. Afghany meyakini, dengan disediakan fasilitas berupa lintasan, anak-anak muda yang suka balap, akan tertarik untuk ikut latihan di jalur resmi. Sehingga akan mengurangi aksi kebut-kebutan di jalanan. Selama ini, bila ada razia kebut-kebutan motor, Dispora bersama Satpol PP Kota Surabaya telah melakukan pendekatan sekaligus arahan kepada anak-anak muda tersebut.
“Kalau ada warga masyarakat yang punya bakat di bidang otomotif dan ingin berlatih di lintasan GBT, dengan senang hati kami fasilitasi. Apalagi, ini masih gratis karena belum ada Perdanya. Kalau ada Perdanya tentu akan ada retribusi,” sambung dia.

Sementara untuk lintasan atletik lapangan Thor yang membutuhkan anggaran dana sekitar Rp20 miliar, Afghany menyebut sudah dilelang. Untuk pembangunan lintasan atletik ini, ada perubahan pola dari gravel menjadi sintetis. “Di bawahnya ada aspal korosi dan sanitary landfield sehingga air akan turun langsung ke bawah. Tidak sampai ada genangan,” ujar Afghany yang berharap pengerjaannya sudah bisa diselesaikan tahun ini.

Di luar itu, Dispora juga masih fokus membangun lapangan yang tersebar di kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT/RW. Hingga kini, total sudah ada 362 lapangan olahraga yang tersebar. Seperti lapangan futsal, sepak bola, bola voli, tenis dan lain-lain. Pembangunan lapangan tersebut berasal dari masukan dan usulan masyarakat melalui e-Musrenbang dan juga usulan warga ke wali kota. (windhi/by)