Pengumpulan Sampah Elektronik Untuk Medali Olimpiade Dimulai

Senin, 06 Feb 2017 | 08.00 WIB

Pengumpulan Sampah Elektronik Untuk Medali Olimpiade Dimulai

sampah elektronik (IST)


Centroone.com - Tuan Rumah Olimpiade 2020, Jepang sebelumnya telah mengumumkan  akan membuat medali Olimpiade dari sampah elektronik, tepatnya dari 'sampah' smartphone. 

Di masa saat ini, siklus hidup perangkat seperti smartphone lebih singkat dibandingkan barang elektronik lainnya. Nah, dalam upaya untuk menekan masalah tersebut, dan juga sebagai salah satu cara untuk memberikan suatu hal yang unik, panitia Olimpiade Tokyo 2020 dilaporkan bakal membuat medali  untuk para pemenang, dari sampah elektronik ini.   

Dalam melancarkan niatan mereka tersebut, Pemerintah Jepang dan Kota Tokyo telah memulai proses untuk mengumpulkan sampah elektronik dari warganya. Rencananya pihak penyelenggara, mereka ingin mengumpulkan sekitar 8 ton barang logam, yang meliputi 40kg emas, 4920 kg perak dan 2944 kg perunggu.

Jepang juga akan bekerjasama dengan NTT Docomo dalam menyediakan kotak pengumpulan khusus mulai April kelak dalam mengumpulkan sumbangan barang elektronik tak pakai atau terbuang dari rakyat mereka. Demikian seperti dilansir dari situs resmi Olimpiade Tokyo 2020.

Untuk perbandingan, pada tahun 2012 yang lalu, di Olimpiade London, medali dibuat dari 9,6 kilogram emas, 1.210 kilogram perak dan 700 kilogram perunggu.  Sementara pada tahun 2014 lalu, di Jepang, telah terkumpul  143 kilogram emas, 1566 kilogram perak, dan 1112 ton perunggu dari sampah elektronik.

Pengumpulan barang elektronik yang tidak terpakai untuk membuat medali Olimpiade ini disebut bakal membuat para  pengguna elektronik untuk lebih antusias  mendaur-ulang sampah elektronik mereka, disamping memungkinkan mereka turut berpartisipasi dalam menyukseskan pesta olahraga  tersebut.  by