Valentine Jadi Puncak, Waspada Penipuan Online Berkedok Asmara

Selasa, 14 Feb 2017 | 19.00 WIB

Valentine Jadi Puncak, Waspada Penipuan Online Berkedok Asmara

ilustrasi (IST)


Centroone.com - Perayaan Valentine biasanya menjadi berkah untuk para penjual coklat dan bunga, yang dagangannya laris manis.

Namun belakangan, perayaan valentine juga menjadi puncak penipuan asmara, dimana scam atau penipuan yang menyasar kaum jomblo meningkat tajam.  Penipuan ini, menurut lembaga pengawas Australia, Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) menimbulkan jumlah korban lebih besar dari jenis penipuan lain.

Dilansir dari AsiaOne, Menurut lembaga itu, korban penipuan berkedok asmara ini biasanya mereka yang berumur 45 tahun atau lebih.  Sementara itu para pelaku penipuan asmara, memilih korban mereka melalui sosial media, khususnya Facebook.  Tahun lalu sendiri, 4100 orang Australia melaporkan telah menjadi korban penipuan ini dengan kerugian mencapai 25 juta dollar Australia.   

Dengan kondisi ini, Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) menyarankan untuk berhati-hati memilih pasangan online saat valentine.

" Penipu berkedok asmara sangat manipulatif jadi jika anda mencari pasangan online di hari valentine, waspada dan kenali tanda-tandanya.  Para penipu ini menciptakan profil palsu " yang bisa dipercaya" termasuk mencuri identitas orang lain. Saat anda bertemu pasangan yang jauh lebih tinggai dari harapan anda, telitilah apakah profil itu benar-benar nyata. " tukas Kepala lembaga itu, Delia Rickard sambil menambahkan mereka yang hobi berburu pasangan lewat online juga harus waspada terhadap mereka yang mengungkapkan perasaan dengan cepat. by