Dorong Pemkot Latih UKM Manfaatkan e-Commerce

Selasa, 28 Nov 2017 | 23.53 WIB

Dorong Pemkot Latih UKM Manfaatkan e-Commerce

ilustrasi (pixabay)



Centroone.com - Di era digitalisasi saat ini, semua kerjaan bisa dilakukan melalui dunia maya. Hal ini tentu lebih efisien dan praktis. Sistem online (e-Commerce) inilah yang saat ini memang digalakan semua pihak dalam memperlancar pekerjaan. Terkait perkembangan zaman itulah, maka sudah saatnya para pedagang atau pelaku usaha di Surabaya bisa memanfaatkan sistem online.

Hal ini ditegaskan anggota Komisi B DPRD Surabaya Ahmad Zakarian. Menurut dia, saat ini sangat prihatin jika melihat kondisi dan masa depan sentra kuliner yang dibangun Pemkot Surabaya. Sentra kuliner ini terkesan hanya menunggu pembeli, tanpa bisa melakukan inovasi atau jemput bola. Akibatnya, banyak sentra kuliner yang mati suri atau bahkan harus tutup karena ditinggal pembelinya.

Menurut dia, sudah menjadi kewajiban Pemkot Surabaya melalui Dinas Koperasi untuk menjadikan sentra kuliner di seluruh Kota Surabaya tetap menjadi jujugan pengunjung dengan cara menciptakan berbagai inovasi. Ini agar eksistensi sentra kuliner di Surabaya tidak punah.

“Coba saja sendiri, kalau kita cek di google soal makanan dan minuman di Kota Surabaya, yang muncul malah restoran, bukan UKM seperti di sentra kuliner. Begitu pula jika kita cari soal camilan, tas, sepatu dan lainnya, bukan punya UKM yang muncul, tapi toko sepatu atau Tanggulangin,” ujar Zakaria. 

Tentunya hal itu menandakan bahwa sentra kuliner atau UKM di Surabaya masih gagap teknologi alias belum paham menggunakan e-Commerce. Untuk itulah, Komisi B sudah mendorong pemkot dalam pembahasan APBD 2018 untuk mendidik pedagang kecil atau UKM memanfaatkan e-Commerce.

Dalam penganggaran itu, ada tiga SKPD terkait yang didorong menjalankan hal tersebut. Yakni Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian. “Kami mendorong tiga dinas itu untuk memberikan pelatihan soal pengenalan e-Commerce kepada UMKM dan UKM binaannya, selanjutnya terserah mereka, mau menggunakan aplikasi yang mana,” tandasnya.

Dia juga berpendapat jika pelatihan soal branding, packing dan sebagainya memang tetap diperlukan, namun penjualan barang yang dijual tetap menjadi hal yang paling penting. “Jenis makanan dan minuman di sentra UKM itu sudah tidak pelu lagi branding dan packing, tapi yang dibutuhkan bagaimana caranya bisa laku,” tegasnya.

Komisi B DPRD Surabaya juga mendesak kepada dinas terkait di lingkungan Pemkot Surabaya untuk mengajukan anggaran pelatihan yang berkaitan dengan e-Commerce bagi sentra kuliner dan UKM lainnya. (windhi/by)