Pemkot Gusur Persil Untuk Kelancaran Trem

Selasa, 31 Okt 2017 | 18.00 WIB

Pemkot Gusur Persil Untuk Kelancaran Trem

Pelaksanaan pembongkaran persil di kawasan Jl Simpang Dukuh (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Penyelesaian pelebaran Jl Simpang Dukuh untuk mendukung pembangunan trem di Kota Pahlawan, dilakukan Pemkot Surabaya hari ini, Selasa (31/10/2017) pagi. Saat itu, dilakukan pembongkaran beberapa persil di kawasan jalan tersebut. Sebelumnya, pelebaran jalan itu sempat tertunda karena masih adanya lima persil yang belum dibongkar.

Pembongkaran bangunan tersebut berdasarkan surat penetapan eksekusi Nomor 67/Eks/2017/PN.Sby.jo dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dari rencana lima persil yang sedianya dibongkar, ada satu persil diberi waktu hingga Kamis (2/11/2017). 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menyampaikan, Pemkot Surabaya memberi waktu bagi pemilik rumah di satu persil tersebut, untuk membersihkan isi bangunannya. “Ada satu persil yang minta waktu. Besok akan kami cek lagi. Pembersihannya harus sampai Kamis. Kalau Kamis nanti belum dibersihkan ya akan kita paksa karena memang waktunya sampai Kamis,” ujar Erna Purnawati.

Disampaikan Erna, pembongkaran persil-persil di Jl Simpang Dukuh yang sudah dibebaskan Pemkot tersebut dijalankan usai dilakukan proses sosialisasi. Demi kelancaran selama proses pembongkaran tersebut, pemkot berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya, Gartap 3 Surabaya serta Satpol PP Kota Surabaya. Sebelum melakukan pembongkaran, personel Satpol PP Kota Surabaya ikut membantu pengosongan lahan.

Erna menyampaikan, dari lima persil yang sudah dieksekusi tersebut, total nilai konsinyasinya mencapai Rp7,2 miliar. Menurutnya, konsinyasi dilakukan bisa karena tidak adanya kecocokan harga, belum diketahui pemiliknya atau terjadi sengketa. “Kalau dilihat dari nilai totalnya sebesar Rp7,2 miliar. Kalau ini lancar kita akan lanjut ke MERR, masih ada delapan persil,” sambung Erna.

Sebelumnya, beberapa persil yang sudah dibebaskan di Simpang Dukuh pada beberapa bulan lalu, sudah dikerjakan oleh pemkot. Di mulut jalan Simpang Dukuh, jalan hasil pelebaran juga sudah selesai diaspal. Pengasapalan kemudian berhenti karena harus menunggu lima persil tersebut.

Pelebaran Simpang Dukuh ini merupakan bagian pendukung dari proyek angkutan massal cepat berupa trem di Surabaya. Kelak, ketika pengerjaan trem dimulai, maka kawasan Simpang Dukuh akan difungsikan sebagai pengalih arus lalu lintas dari Jl Tunjungan yang akan dialihkan ke kawasan tersebut melalui Jl Genteng. Pengalihan ini untuk mengurangi kepadatan di Jl Tunjungan karena sebagian jalur digunakan untuk pengerjaan trem koridor utara-selatan. (windhi/by)