Derita Pemilik Penis Terbesar Dunia Berakhir

Selasa, 31 Okt 2017 | 06.00 WIB

Derita Pemilik Penis Terbesar Dunia Berakhir

Horace Owiti Opiyo (Wprost)


Centroone.com - Horace Owiti Opiyo alias Forence, dari Kibigori, Kenya selama ini hidup menyandang gelar sebagai pria dengan alat kelamin terbesar dunia. Gelar itu didapat Forence akibat tumor dan kaki gajah yang ia derita sejak kecil.   Belakangan penderitaan Forence berakhir setelah dua operasi untuk "memperbaiki" penisnya berhasil. 

Forence diketahui menderita tumor pada 2006 lalu, ketika itu ia masih berusia 10 tahun.  Di tahun 2007, ia sempat melakoni operasi pengangkatan tumor namun sayangnya, tumor itu kembali.  Tidak hanya tumor,  pria yang kini berusia 20 tahun itu juga didiagnosis menderita penyakit kaki gajah pada alat kelamin, yang membuat penisnya membengkak hingga 20 kali lebih besar dari ukuran rata-rata. Seiring dengan pertumbuhannya,  tumor itu menyebabkan penis Forence hingga berukuran hampir satu meter. 

Forence akhirnya harus berhenti sekolah karena penis  yang  besar dan berat menyebabkan dia tidak memakai pakaian atau berjalan dengan mudah. Selain itu dia tidak lagi mampu menanggung biaya untuk menjalani operasi. Forence mulai menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama kakaknya, Eliza dan neneknya, Salina. Orang tuanya meninggal saat berumur lima tahun. 

Beberapa penduduk setempat percaya bahwa pengobatan herbal dapat menyembuhkan penyakit ini dan Salina menyarankan cucunya untuk menggosok ramuan herbal pada alat kelaminnya. Melihat kondisi Forence, salah satu tetangganya,  Duncan Otieno, mengunggah cerita keadaan Forence di Facebook.  Cerita kondis Forence rupanya menarik perhatian salah satu warganet , yang kemudian meminta seorang dokter untuk memeriksa kondisi Forence.

Forence pun dibawa ke rumah sakit Jaramogioginga Odinga, dimana tim dokter memeriksa Forence, dimana ia didiagnosis menderita 'skrotal gajah.' "Dalam bahasa medis disebut 'lymphedema' yang jaringan terjadi pembengkakan. Dalam kasus ini adalah alat kelaminnya, sehingga disebut elephantiasis. Scrotal elephantiasis dapat disebabkan oleh gigitan nyamuk yang menyuntikkan larva ke dalam aliran darah. Larva matang menjadi cacing parasit invasif, yang mencegah sistem drainase badan menyebabkan lymphedema, atau pembengkakan jaringan, dan penebalan kulit.  Pemeriksaan memperlihatkan pada tubuh Forence, ada dua penis sehat. " kata Dr. Emmanuel Benge. 

Rumah sakit telah melakukan dua operasi untuk membantu Florence. Dalam operasi itu tim dokter berusaha menempatkan testis pada posisi yang tepat, serta  menghilangkan kelebihan jaringan, kulit, daging dan lemak di sekitarnya dan membangun kembali penis sehingga bisa terlihat.  

"Saya sangat senang menjalani operasi, saya tidak takut lagi. Ketika saya bangun, saya terkejut bahwa tubuh saya sangat ringan. Semua rasa sakit hilang. Saya bisa berenang sekarang, sebelum saya tidak bisa mendekati air karena tumor. Sekarang saya bisa berlari dan saya bisa main sepakbola sekarang saya bebas!"  katanya seperti dilansir Metro.  by