Tetenger Surabaya Kalah Dari Papan Reklame Rokok

Minggu, 29 Okt 2017 | 01.00 WIB

Tetenger Surabaya Kalah Dari Papan Reklame Rokok

Tetenger Surabaya yang kalah dengan papan reklame. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Tetenger Kota Surabaya yang terletak di Bundaran Waru, ternyata masih kalah dengan keberadaan titik atau papan reklame. Padahal, tetenger itu sebagai penanda batas kota. Menurut pihak DPRD Surabaya, pemasangan tetenger Kota Pahlawan itu penempatannya harus dikaji ulang, jangan sampai ‘hilang’ tertutup reklame.

Ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto. Menurut dia, tetenger Kota Surabaya itu tertutup dua reklame yang mengapitnya. Posisi tetenger itu justru nyaris tak terlihat karena dua reklame dengan materi rokok yang mengapitnya, lebih semarak. 

“Tetenger kok malah kalah mencolok dengan keberadaan reklame rokok yang ada di sebelahnya,” kata Herlina.

Tetenger Kota Surabaya itu berupa tulisan "Sparkling Surabaya". Dengan begitu, tetenger itu menjadi penanda batas Surabaya dengan Sidoarjo. Tak sekadar tetenger, pembatas wilayah itu juga diharapkan jadi salah satu ikon wisata Kota Pahlawan. 

Dewan sebenarnya menginginkan penanda batas yang didirikan berupa konsep baru yang kreatif dan modern. "Apalagi Bu Wali Kota kan kreativitasnya tinggi. Terbukti, dengan adanya taman-taman yang bagus dan sudah diakui dunia internasional," ujarnya. 

Dia yakin, penanda batas bisa menjadi salah satu daya tarik Kota Surabaya. Seperti di daerah lain, di mana penanda batas daerahnya terdapat ikon-ikon yang bisa menjadi obyek foto. Namun sekarang, setelah tahu bentuk dan kondisi tetenger baru itu, dia amat menyayangkan, karena kalah mencolok dengan iklan rokok. 

“Tulisan Sparkling Surabaya justru lebih kecil dari papan iklannya. Bagaimana orang bisa melihat tulisannya, jika yang lebih mencolok iklan rokoknya," kata dia. 

Politisi Partai Demokrat ini hanya tidak ingin Pemkot Surabaya dinilai setengah hati oleh masyarakat dalam menangani dan membuat penanda batas wilayah yang termasuk salah satu wajah Kota Pahlawan itu. (windhi/by)