Pusat Kucurkan Dana Perbaikan Jalan Nasional

Senin, 30 Jan 2017 | 22.37 WIB

Pusat Kucurkan Dana Perbaikan Jalan Nasional

Salah satu jalan rusak yang tertutup genangan air di Surabaya (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Keluhan warga di lintas Surabaya-Gresik, bakal terobati. Pasalnya, dalam waktu dekat, pemerintah pusat bakal mengucurkan anggaran perbaikan ruas jalan yang rusak parah tersebut. Informasinya, anggaran sebesar Rp48 miliar bakal diturunkan pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII. Dana itu untuk perbaikan ruas jalan nasional yang masuk wilayah Metropolis I (Surabaya–Gresik).

Menurut anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey, dari total anggaran tersebut, sebesr Rp20 miliar akan dipergunakan untuk perbaikan Jl Kalianak. Ini sesuai dengan surat Menteri PU dan Perumahan Rakyat 631/KPTS/M/2009.

Di Surabaya ada sekitar 20 jalan nasional. Dari jumlah itu, berdasarkan aduan warga dan survey dari Pemkot Surabaya, sebanyak delapan lokasi kondisinya rusak parah. Yakni di Sidodadi, Sidotopo, Sidorame, Dupak rukun, Ikan Dorang, Jakarta, Kenjeran, Kalianak (Gresik-Tambak Osowilangun). Selain macet, akibat kerusakan di jalan-jalan tersebut juga sering terjadi kecelakaan.

Selama ini bentuk perbaikannya tambal sulam. Padahal, seharusnya perbaikan bentuknya over lay (dilapisi) atau di cor beton. Vinsensius Awey mengakui, meski sudah ada koordinasi antara pemkot dengan pemerintah pusat, namun hingga saat ini belum ada perbaikan jalan nasional di Surabaya yang rusak parah.

Dari sejumlah jalan di Surabaya, terdapat satu jalan yang kepemilikannnya tak jelas, yakni Jl Margomulyo. Jalan tersebut awalnya adalah jalan nasional. Tetapi berdasarkan surat Menteri PU&PR 631/KPTS/M/2009, jalan tersebut tidak termasuk aset pemerintah pusat.

Di sisi lain pemerintah kota dan pemerintah provinsi juga tak mengakui jalan tersebut merupakan asetnya. Dampaknya, karena tak bertuan, jika ada kerusakan tak ada satu dinas pun yang memerbaikinya. Jalan itu masuk di kawasan pergudangan yang tiap tahun membayar retribusi ke pemerintah kota, maka jalan tersebut diambil alih pemerintah kota. (windhi/by)