Pembelajaran Aktif Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar

Senin, 30 Jan 2017 | 12.00 WIB

Pembelajaran Aktif Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar

Direktur Misi USAID Indonesia, Erin McKee, mengunjungi mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang sedang praktik mengajar di SDN Gunung Sari 1 Makassar. Sekolah ini menjadi sekolah lab UNM yang digunakan untuk mahasiswa calon guru praktik mengajar. (Centroone)


Centroone.com - Direktur Misi Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID), Erin McKee, dan Konsul Jendral Amerika di Surabaya, Heather Variava mengunjungi lembaga pendidikan yang ada di Makassar dan Maros, Sulawesi Selatan, untuk melihat dampak program jangka panjang USAID bekerja sama dengan pemerintah daerah, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), dan sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, pada Kamis (26/01/2017).

Kunjungan ditujukan untuk meninjau dampak program USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students) yang dimulai sejak tahun 2012  dan akan berakhir pada pertengahan tahun ini. Program ini memperkenalkan pembelajaran aktif dan kontekstual, manajemen berbasis sekolah, budaya baca dan juga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan sekolah.

Dengan bekerja sama langsung dengan sekolah, LPTK, dan pemerintah daerah, USAID telah membantu meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan sehingga para siswa dapat mengembangkan kebiasaan belajar yang lebih baik. Direktur Misi McKee dan Konsul Jendral Variava mengunjungi sekolah mitra USAID PRIORITAS  yaitu SDN Gunung Sari I Makassar dan Madrasah Ibtidaiyah Maros Baru, Maros.

Bersama pejabat pemerintah daerah setempat, Konsul Jendral dan Direktur Misi meninjau kelas-kelas, berbicara dengan para guru dan pengelola sekolah, bertemu dengan beberapa anggota komite sekolah yang aktif membantu memfasilitasi pembelajaran di kelas bersama guru. “Komunitas di sekitar sekolah sangat aktif terlibat dalam membantu para guru mengajar dengan lebih baik. Sekolah-sekolah ini menunjukkan komitmen yang tinggi meningkatkan kualitas pembelajaran dan dampaknya memperlihatkan komitmen mereka,” ujar Konsul Jendral Variava.

"Sangat menarik melihat bagaimana para siswa di sekolah ini sangat bersemangat dalam mengikuti pembelajaran; dan bagaimana para guru sangat bangga bisa menggunakan keterampilan mengajar yang baru! Peningkatan kualitas di sekolah ini dan juga sekolah-sekolah mitra USAID PRIORITAS yang lain, menunjukkan bahwa menerapkan pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah dengan konsisten telah meningkatkan kualitas pendidikan ribuan siswa,” ujar Direktur Misi USAID McKee.

Nur Ridhawati, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Maros Baru, mengatakan bahwa kekonsistenan menerapkan metode-metode program USAID telah menjadikannya memperoleh juara kepala madrasah terbaik  di Sulawesi Selatan pada tahun 2015. Sementara itu menurut Idrus, Kepala SDN Gunung Sari 1 Makassar, menerangkan bahwa sekolahnya juga menikmati jerih payah berkat komitmen mereka untuk penerapkan praktik pendidikan yang lebih baik. “Dengan menerapkan pendidikan aktif, manajemen berbasis sekolah, pertisipasi masyarakat dan juga budaya baca, kami baru saja menjadi juara satu lomba literasi  se-kota makassar,  yang menunjukkan membaiknya tingkat membaca di sekolah kami,” katanya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Ismunandar, USAID PRIORITAS telah membawa peningkatan mutu pembeljaran di sekolah. “Pembelajaran menjadi lebih relevan sesuai dengan konteks, lingkungan, dan kebutuhan siswa. Para guru menjadi lebih inovatif dalam mengembangkan metode, media dan sumber belajar untuk siswa. Para siswa juga lebih menikmati  pelajaran mereka dan lebih banyak menghasilkan karya belajar dan membaca juga sudah lebih membudaya pada siswa,” katanya.

Bupati Maros, Hatta Rahman yang datang bersama Ketua DPRD Maros, A.S Chaidir Syam, Ketua Komisi III DPRD Maros, Haeriah Rahman, dan Kepala Kemenag Maros, Syamsudin, berharap program USAID PRIORITAS terus berlanjut. “Program ini sangat sesuai dengan fokus kami pada paruh kedua pemerintahan ini yaitu pengembangan sumber daya manusia. Saya menyaksikan sendiri siswa menjadi sangat antusias belajar dan guru guru menjadi kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Ini modal yang amat baik bagi pengembangan sumber daya manusia ke depan,”ujar Bupati yang berjanji akan mendesiminasikan program USAID PRIORITAS ke sekolah-sekolah lainnya dengan menggunakan dana APBD.

Program USAID PRIORITAS adalah program kerjasama lima tahun yang didanai oleh USAID. Program ini dirancang untuk membawa pendidikan berkelas dunia ke Indonesia. USAID PRIORITAS bekerja di 9 provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat. by