Masa Depan Anak Ditentukan Sejak Dalam Kandungan

Rabu, 25 Jan 2017 | 23.59 WIB

Masa Depan Anak  Ditentukan Sejak Dalam Kandungan

Wali Kota Risma saat memeriksa bayi yang ada di balai kesehatan. (Windhi/Centroone)


Centroone.com- Pasangan orang tua muda wajib paham tentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  Pasalnya 1.000 hari tersebut merupakan cikal bakal kehidupan karena itu harus jadi perhatian utama pasangan orang tua baru.  Ini diungkapkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di hadapan ratusan tamu undangan pada acara Gebyar 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Balai Pemuda, Rabu (25/1/2017).

Wali kota menjelaskan, pemeliharaan asupan gizi dan kesehatan bayi hingga usia dua tahun wajib menjadi perhatian setiap orang tua. Pasalnya, jika anak kekurangan asupan gizi pada awal pertumbuhan, fisiknya akan tumbuh lebih pendek dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif sehingga akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan serta menurunkan produktivitas pada usia dewasa.

“Dengan cara seperti ini, kita bisa menentukan mualai dari IQ-nya seperti apa, kecerdasan intelektualnya, hingga fisiknya seperti apa di masa depan mulai sekarang,” tegas wali kota.

Wali kota yang akrab disapa Risma ini memberi contoh kenapa di Korea Selatan sekarang penduduknya berpostur tinggi, karena mulai dari kandungan hingga bayi, mereka diberi asupan makanan ikan laut. Oleh karena itu, wali kota meminta kepada kepala Dinas Kesehatan agar melakukan sosialiasi konsumsi ikan sejak mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). “Sosialisasi makan ikan ini harus dipaksa, jika anak tidak suka harus dipaksa. Karena ini baik untuk anak dan ibunya,” tegas wali kota.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita menambahkan, angka ibu meninggal akibat pendarahan menurun dari tahun 39 kasus pada 2015, turun menjadi 27 kasus pada 2016. Turunnya angka tersebut dapat dicegah salah satunya dengan gerakan 1.000 HPK.

“Mulai dari calon pengantin hingga nanti punya anak berusia dua tahun, pasangan diberi pengetahuan tentang kesehatan reporduksi, bagaimana perlakuan ke calon bayi saat masih dalam kandungan, hingga asi ekslusif hingga dua tahun,” imbuh Febria. (windhi/by)