Najwa Shihab Akhiri 'Mata Najwa' karena Kesepakatan

Jumat, 11 Ags 2017 | 16.00 WIB

Najwa Shihab Akhiri 'Mata Najwa' karena Kesepakatan

centroOne/Istimewa


Centroone.com - Host Najwa Shihab akhirnya bicara soal keputusannya berhenti dari Metro TV yang membesarkan namanya.

Pembawa acara 'Mata Najwa' ini mengaku sudah memikirkan matang untuk berhenti berkarir di Metro TV, setelah 17 tahun bergabung. Seiring dengan keputusan Najwa meninggalkan Metro TV, maka tayangan 'Mata Najwa' pun ikut tak berproduksi.

Menurut Najwa, kedua belah pihak sudah menyepakati untuk mengakhiri program 'Mata Najwa' per September 2017.

"Itu karena, 'Mata Najwa' sudah selesai per September. Dan, kedua belah pihak sepakat untuk berakhir," kata Najwa, Kamis (10/8), di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Kini, presenter kelahiran Makassar, 39 tahun ini sedang mempersiapkan tayangan akhir 'Mata Najwa'. Dan ia mengaku, tetap akan berkarir di ranah jurnalisme yang memang sudah mendarah daging baginya.

"Saya dan tim sedang mempersiapkan berbagai hal untuk episode final buat 'Mata Najwa'. Masih ada dua, tiga minggu lagi. Kita akan tayangkan kompilasi perjalanan 'Mata Najwa'," ujar Najwa. "Minggu depan kita tayangkan kompilasi dengan Hari Kemerdekaan, minggu depannya juga akan ada kompilasi. Tapi, semuanya nggak ada yang live. Kami tayangkan kompilasi, dan akhir bulan akan tayang dengan episode final," lanjut Najwa.

Namun disayangkan, Najwa enggan mengungkapkan soal rumor bahwa program 'Mata Najwa' berakhir karena ada wawancara eksklusif dengan penyidik senior KPK Novel Baswedan - yang disiram air keras dan kasusnya sampai saat ini belum tuntas.

Najwa sekali lagi hanya mengatakan, bahwa saat ini akan fokus kepada aktivitasnya sebagai Duta Baca Indonesia bekerjasama dengan Polda Metro Jaya. Di situ, ia akan merilis sebuah lokasi khusus untuk membaca, yaitu Pojok Baca Polda Metro Jaya.

"Ini memang inisiasi yang dilakukan saya sebagai Duta Baca Indonesia. Jadi ceritanya, saya memang mengirim surat ke berbagai institusi untuk mengajak meningkatkan minat baca. Yang paling cepat merespon tugas saya sebagai Duta Baca itu, ya pak Tito. Dan, kemudian kita sepakat bagaimana caranya membuat kegiatan menarik orang untuk membaca," urai Najwa. "Setelah beberapa kali pertemuan, kita sepakat memang harus ditaruh di tempat yang banyak orang datang, salah satu contohnya di sini, karena memang pusat pelayanan publik. Kapolri sudah memerintahkan kepada seluruh Kapolda untuk bekerjasama - yang tujuan bersamanya masyarakat bisa membaca buku," tambah Najwa.

Najwa yang juga bekerjasama dengan Perpusnas menyediakan 2.500 buku untuk diletakkan di tempat tersebut. Ia pun menyediakan akses gratis buku digital.

"Bukan hanya buku secara fisik, tapi juga ada akses buku secara digital. Jadi, ada ribuan buku yang bisa diakses secara gratis juga lewat wifi yang tersedia. Ada juga komputer dan tab yang tersedia di sini. Kalau dilihat juga ada tempat yang nyaman untuk membaca di dalam. Kita juga punya e-Pusnas, itu adalah suatu platform perpustakaan digital. Sebetulnya itu sudah bisa diakses secara gratis, bisa didownload bukan cuma di komputer, tapi juga di handphone berbasis Android dan iPhone," papar Najwa. (Rie)