Mengenal Noor Tagouri, Wanita Berhijab Pertama Dunia Yang Tampil di Playboy

Jumat, 30 Sep 2016 | 07.00 WIB

Mengenal Noor Tagouri, Wanita Berhijab Pertama Dunia Yang Tampil di Playboy

Noor Tagouri (IST)


Centroone.com - Dikenal sebagai majalah pria dewasa yang selalu memberikan wanita bugil atau telanjang sebagai sajian utama di halamannya, majalah Playboy telah merevolusi diri.  Majalah yang didirikan Hugh Hefner itu membuat keputusan nekat dengan tidak lagi menerbitkan foto wanita bugil di halamannya dan menggantinya dengan konten-konten lain yang fokus pada lifestyle pria.

Keberanian Playboy rupanya tidak berhenti sampai disitu. Untuk edisi Oktober nanti yang bertema "renegade" majalah itu, bakal menampilkan seorang wanita muslim berhijab berama Noor Tagouri.  Sontak dunia pun terbengong terkejut. Yang pro memuji keberanian Playboy dan Noor yang berusia 22 tahun, sementara yang kontra melontarkan kecaman.   

Lalu siapa Noor? Wanita asal Amerika Serikat itu berprofesi sebagai seorang wartawati.  Ia sendiri tidak peduli terhadap pro dan kontra yang ia timbulkan dengan tampil di Playboy.  "Ini hal negatif dan tidak baik untuk dipikirkan. Saya hanya memastikan saya berada dalam lingkungan yang benar bersama orang-orang yang baik dan sayang pada saya, "katanya seperti dilansir dari DailyMail.

Noor  tampil dalam majalah itu dengan bercelana jean, jaket kulit dan sepatu Converse, dalam wawancara dengan Playboy bertekat menjadi pembaca berita wanita berhijab pertama dalam jaringan televisi komersial Amerika Serikat. Saat ini Noor bekerja dengan portal berita Newsy yang memproduksi video berita pendek.

Dia percaya sebagai Muslimah dia menjadi wartawan yang lebih baik. "Sejujurnya saya rasa menjadi wanita Muslim berhijab membuat orang lebih terbuka dengan saya karena cepat mempercayai saya. Secara tidak langsung orang yang saya wawancara percaya saya tidak akan memelintir kisah mereka," katanya.

Noor mengaku tidak semua orang menyukainya, malah sering dikritik dan dihina di Internet. Katanya, dia tidak mempedulikan pandangan atau persepsi orang lain yang dibuat cuma berdasarkan pakaiannya. Bahkan dia sengaja menampilkan dirinya berhijab dalam setiap jangkauan. "Ia (Hijab) memberi kekuatan kepada saya untuk menjalankan tugas sehari-hari. Laporan berita saya tidak akan terpengaruh hanya karena saya menutup aurat, "katanya. by