15 SD di Surabaya Dapat Bantuan Alat Musik

Kamis, 29 Sep 2016 | 21.00 WIB

15 SD di Surabaya Dapat Bantuan Alat Musik

Wali Kota Risma mendengan penjelasan Presdir PT YMI Mr Ryo Kasai tentang bantuan alat musik yang diberikan. (Centroone/Windhi)


Centroone.com - PT Yamaha Musik Indonesia (YMI) memberikan bantuan hibah berupa 315 unit keyboard. Bantuan tersebut secara simbolik diserahkan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di balai kota, Kamis (29/9/2016). Hal ini tentunya untuk pengembangan kualitas siswa yang tak saja dari sisi akademik, melainkan juga dari segi non-akademik.

Presiden Direktur (Presdir) PT YMI Mr Ryo Kasai mengatakan, 315 unit keyboard itu akan diberikan kepada 15 sekolah dasar (SD). Dalam hal ini, PT YMI memberikan 2 tipe keyboard. Tipe pertama dikhususkan bagi para guru musik, sedangkan tipe kedua untuk para pelajar SD.

Pria berkebangsaan Jepang itu menuturkan, program serupa telah dilakukan di tujuh kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya. “Tidak hanya bantuan alat musik, kami juga akan melaluan training dan seminar para guru,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Tri Rismaharini menyambut baik bantuan keyboard bagi para pelajar SD ini. Menurut dia, kecerdasan emosional sangat penting bagi tumbuh kembang anak dalam proses belajar-mengajar.

Dia berharap melalui bermain musik juga dapat meningkatkan rasa kecintaan anak akan sekolah. “Kalau di sekolah merasa senang, maka anak tersebut akan belajar secara maksimal. Itu yang kita inginkan,” kata alumnus ITS ini.

Wali kota berharap, kelak akan lahir musisi handal asal Surabaya. Bahkan, dia berkeinginan lebih banyak anak-anak Surabaya yang berkiprah hingga skala internasional. “Mungkin suatu saat lahir pemusik-pemusik handal dari kalangan siswa Surabaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadispendik Surabaya Ikhsan mengatakan bahwa pengembangan bakat dan potensi siswa telah dilakukan di sekolah-sekolah baik akademik maupun non akademik. “Yang suka olahraga silahkan untuk memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah disediakan. Bagi yang suka penelitian silahkan bergabung dengan peneliti belia”, terang mantan Kepala Bapemas KB ini. (windhi/by)