Pansus DPRD Dorong Penambahan Spesialis Di Puskesmas

Jumat, 23 Sep 2016 | 06.00 WIB

Pansus DPRD Dorong Penambahan Spesialis Di Puskesmas

Salah satu Puskesmas di Surabaya (IST)


Centroone.com - Dinas Kesehatan Kota Surabaya didorong Pansus Raperda Upaya Kesehatan DPRD Surabaya untuk menambah jumlah dokter spesialis di Puskemas. Hal ini untuk memenuhi layanan kesehatan yang dibutuhan masyarakat.

Disampaikan Ketua Pansus Khusnul Khotimah, berdasarkan konsultasi ke Kementerian Kesehatan, Puskesmas ditekankan menjadi pusat layanan kesehatan primer. Penguatan layanan di Puskemas, diharapkan  bisa mengurai antrian layanan kesehatan di rumah sakit. Jika sudah terpenuhi, maka masyarakat untuk berobat cukup di Puskesmas, tak perlu ke rumah sakit.

Selama ini, dokter spesialis di Puskesmas hanya diisi dokter spesialis gigi dan obgyn saja. Karena itu, dalam rapatnya, Pansus Upaya Kesehatan masih memertimbangkan, apakah dalam Raperda itu memungkinkan adanya dokter spesialis lebih dari dua.

Namun seiring pertambahan penduduk, guna memenuhi layanan kesehatan masyarakat, tenada medis yang ada pun harus menyesuaikan kondisi penduduk. “Dengan penduduk 2,9 juta, harusnya diketahui berapa rumah sakit dibutuhkan, termasuk dokter spesialisnya,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rahmanita mengatakan, Puskemas berfungsi hanya memberikan layanan dasar (Primer). Artinya, alokasi kebutuhan dokter hanya untuk dokter umum, sedangkan dokter spesialis hanya melakukan transfer ilmu. “Kita tingkatkan kompetensi tenaga kesehatan Puskemas lewat transfer ilmu dari dokter spesialis,” katanya.

Untuk menurunkan jumlah kematian ibu, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan dokter spesialis di rumah sakit dengan mengampu (menyokong) Puskesmas di wilayah sekitarnya. “Semua pasien di Puskemas, konsultasi ke dokter spesialis yang mengampu,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, fungsi Puskesmas berkaitan dengan tindakan preventif, promotif, rehabilitatif dan kuratif. Untuk meningkatkan standarisasi pelayanan di Puskesmas, pemerintah pusat melakukan akreditasi. Di Surabaya, dari 62 Puskesmas, 10 Puskesmas telah diakreditasi dan hasilnya hanya tiga puskemas yang lulus akreditasi. “Yang mendapat akreditasi Puskesmas di Sememi, Tambahrejo dan Gayungan,” tuturnya.

Tahun ini, sebanyak 17 Puskesmas akan diakreditasi, kemudian tahun mendatang sebanyak 43 Puskesmas. Sebelum akreditasi, Dinas Kesehatan melakukan pelatihan para kepala Puskesmas. Kewajiban akreditasi Puskesmas diatur dalam Permenkes 46/2015. (windhi/by)