Perjuangkan Kepentingan Nasional Lewat Medsos Butuh Gotong Royong

Minggu, 31 Jul 2016 | 14.00 WIB

Perjuangkan Kepentingan Nasional Lewat Medsos Butuh Gotong Royong


Centroone.com - Banyak manfaat media sosial, namun media sosial juga memanfaatkan kita. Indonesia dengan 139 juta pengguna internet (proyeksi APJII 2016) merupakan tempat bisnis menggiurkan bagi   media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

“Tak diragukan lagi, Google, Facebook, Yahoo, dan lain-lain memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan peradaban masyarakat, namun disisi lain para raksasa digital ini juga tidak membayar pajak kepada Indonesia. Kita harus melakukan sesuatu agar Indonesia punya mesin pencari seperti nama-nama besar itu. Kita harus bisa memanfaatkan, meskipun faktanya kita juga dimanfaatan”, jelas Agus Sudibyo, Mantan Anggota Dewan Pers  saat menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Membangun Karakter Pers Pancasila, Mengawal dan Menyukseskan Kepentingan Nasional”, pertengahan pekan ini.
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi Hariqo Wibawa Satria menegaskan isu utama terkait media sosial di Indonesia masih seputar keamanan penggunanya. Baru sedikit yang membahas terkait keamanan dan kedaulatan negara. Benturan kepentingan antara negara dengan pemilik mesin pencari dan media sosial adalah hal bisa terjadi, sebabnya bisa dua hal; merawat atau mempertahankan kekuasaan dan kedua memperjuangkan kepentingan nasional.

Ia juga menekankan pada pentingnya peningkatan gotong royong dalam memperjuangkan kepentingan nasional lewat media sosial. “Terjadi peningkatan gotong royong di media sosial untuk isu-isu kemanusiaan, namun untuk isu-isu terkait radikalisme, terorisme, apalagi separatisme juga ada gotong royong, namun perlu lebih ditingkatkan lagi”, jelas Hariqo.

Hariqo melanjutkan, bahwa di era digital setiap orang adalah diplomat, pemahaman ini harus terus dibangun “Diplomat bukan saja mereka yang bekerja di Kemlu, KBRI atau lulusan HI, namun setiap kita adalah diplomat. Itu teori, untuk aksinya saat ini Komunikonten bersama Relawan Komunitas Peduli ASEAN sedang melakukan promosi Indonesia di medsos, dimulai dari Aceh hingga papua nanti dengan tagar #kepnasindonesia”, jelas Hariqo. by