Ini Alasan Pegiat HAM Beber Pengakuan Freddy Budiman

Minggu, 31 Jul 2016 | 02.00 WIB

Ini Alasan Pegiat HAM Beber Pengakuan Freddy Budiman

Freddy Gunawan (Dok Centroone)


Centroone.com - Eksekusi mati terhadap para terpidana mati kasus narkoba digelar Jumat (29/7/2016) dini hari. Dari 14 nama yang disebut  masuk daftar eksekusi, 4 telah telah dieksekusi termasuk Freddy Budiman.  Eksekusi terhadap Freddy Budiman menimbulkan pro kontra besar.  

Sebuah tulisan pengakuan dari  Koordinator Kontras Harris Azhar,  kemudian diunggah  akun Facebook Ulil Abshar Abdalla pada Jumat (29/7/2016) dini hari mengungkap dunia yang selama ini dijalani Freddy Budiman.   Mulai dari sang bos di China, sampai keterlibatan jajaran aparat keamanan di tanah air dalam bisnis obat haram itu.

Cerita itu diberikan Freddy Budiman kepada Harris Azhar saat yang bersangkutan berkunjung ke Nusakambangan pada tahun 2014 bersama seorang pelayan rohani.  Harris dalam sebuah kesempatan jumpa pers di kantor Kontras,  Jumat (29/7/2016) mengatakan cerita Freddy baru setelah Freddy dieksekusi mati. Alasannya, Harris menilai tak akan ada yang memperhatikannya bila dia mengungkapkan saat Freddy masih hidup.

"Kalau saya luncurkan pas dia hidup, tidak ada yang akan memperhatikan juga, jadi memang minus 7 x 24 jam saya diskusi dan kita keluarkan ini. Dan saya pasang badan dan ambil risiko penuh atas informasi tersebut, dalam rangka kita pro atau antihukuman mati.kalau ditanya ada rekaman atau video, ya saat itu saya tidak bawa barang apapun masuk ke dalam" tuturnya.

Niat Harris hanya membantu pihak-pihak terkait untuk membuktikan cerita Freddy. Pembuktian bukanlah kewenangan Harris. "Jadi kalau saya dibebankan pembuktian, maaf, saya bukan pejabat negara yang dikasih kewenangan Undang-undang, tapi sekali lagi saya bisa dan mau membantu," kata Freddy.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyampaikan kepadanya agar menyediakan informasi lebih lanjut. Kapolri juga akan menindaklanjuti laporannya. "Saya terimakasih ke Pak Tito (Kapolri Jenderal Tito Karnavian) dan Buwas (Kepala BNN Budi Waseso) dan apresiasi juga ke TNI yang berani melakukan evaluasi ke domain mereka sendiri. Tapi info yang disampaikan Freddy Budiman ya harusnya yang tanggung jawab ya Presiden," kata Harris. bbs