Kecam Eksekusi Mati, Pegiat HAM Desak Pemerintah Lakukan 3 Hal Ini

Sabtu, 30 Jul 2016 | 15.00 WIB

Kecam Eksekusi Mati, Pegiat HAM Desak Pemerintah Lakukan 3 Hal Ini

ilustrasi (IST)


Centroone.com - Eksekusi mati terhadap para terpidana mati kasus narkoba digelar Jumat (29/7/2016) dini hari. Dari 14 nama yang disebut  masuk daftar eksekusi, 4 telah telah dieksekusi.  4 napi yang dieksekusi mati terdiri dari satu warga negara Indonesia dan 3 warga negara asing.  Keempat orang yang telah dieksekusi mati itu adalah Freddy Budiman, Seck Osmane, Michael Titus dan Humphrey Ejike alias Doctor.

Eksekusi tersebut, menurut HRWG, salah satu kelompok pegiat HAM , sebagai bukti kemunduran Indonesia dalam penegakan dan perlindungan HAM. " Eksekusi tersebut telah melabrak sejumlah Konvensi internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia, seperti Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik, serta prinsip-prinsip hukum pidana nasional, karena keempat terpidana sendiri diketahui masih dan/atau mau menjalani proses grasi." tutur Muhammad Hafiz, Pjs. Direktur Eksekutif HRWG dalam keterangan yang diterima Centroone.com.

Untuk itu, HRWG mendesak pemerintahan Jokowi untuk:
1.     Melakukan moratorium hukuman mati di Indonesia dengan menghentikan semua rencana eksekusi terpidana mati;
2.     Membentuk tim yang melakukan evaluasi dan review terhadap semua kasus terpidana mati untuk mencegah terjadinya penghukuman yang salah terhadap terpidana.
3.     Memperbaiki kebijakan pemberantasan narkoba yang lebih sesuai dengan permasalahan utama di Indonesia dan tidak mengambil jalan pintas dengan hukuman mati. by