Pokemon GO Ngetren, Kota di Korsel Ini Tiba-Tiba "Muncul" di Peta

Jumat, 29 Jul 2016 | 20.00 WIB

Pokemon GO Ngetren, Kota di Korsel Ini Tiba-Tiba

Pokemon Hunter di kota Sokcho (IST)


Centroone.com - Kota Sokcho,  berada sekitar 35 kilometer dari zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan. Untuk menuju kota tersebut, diperlukan perjalanan sekitar 3,5 jam dari ibukota Korea Selatan, Seoul.  Sebelumnya, tidak ada yang mengenal kota  tersebut, namun semua berubah saat demam Pokemon GO mulai melanda.

Setiap hari kota itu disesaki para pemburu monster Pokemon. Bahkan pemerintah Seoul telah menyediakan bus khusus untuk menangkap Pokemon Go yang berangkat setiap hari, dan penggemar pokemon yang ingin menaiki bus itu harus memesan dan membayar di muka, karena banyaknya antrean yang ingin menuju Sokcho untuk menangkap pokemon.

Tidak hanya itu Walikota Lee Byung-seon bahkan menyediakan tambahan beberapa zona Wi-Fi dan fasilitas pengisian baterai selular sekitar kota dan area bisnis lokal. Mereka juga akan memberikan diskon pembayaran bagi pelanggan yang berhasil menangkap sebagian pokemon.

"Masyarakat sangat senang dan bersyukur dapat bermain di sini, karena kota ini satu-satunya (yang terdapat pokemon) di Korea Selatan. saya rasa kami semua diberkati," ujar Lee. Lee menuturkan berkat yang diperoleh itu karena sepanjang musim panas hotel-hotel di Sokcho telah dipenuhi tambahan pemesanan booking dari pengunjung untuk menginap. Ini membuat Sokcho menjadi terkenal, seolah benar-benar telah muncul di peta.

Ya,  Di kota ini warga Korea Selatan memang bisa bebas bermain Pokemon Go karena Sokcho tidak termasuk wilayah yang diklasifikasikan sebagai Korea Selatan di data Google Map.  Berdasarkan hukum di Korea Selatan, beberapa peta harus dilengkapi instalasi keamanan tertentu. Sementara itu Pokemon GO sendiri belum rilis resmi di Korea selatan, karena itu belum semua daerah di Korea Selatan tercover oleh Google Map. Diperlukan ijin dari tujuh kementerian, termasuk kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri serta Badan Intelijen Nasional.bbs