Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

Jumat, 29 Jul 2016 | 01.00 WIB

Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

ilustrasi (IST)


Centroone.com - Ada 14 kecamatan di Surabaya yang pada semester I tahun ini, ibu melahirkan mengalami kematian. Saat itu diketahui ada 23 ibu melahirkan yang meninggal dunia.

Ke-14 Kecamatan itu adalah Tandes,Tegalsari, Kenjeran, Tambaksari, Pakal, Krembangan, Gunung Anyar, Sawahan, Karang Pilang,  Wiyung, Benowo, Semampir, Bulak dan Wonocolo. Sesuai data yang dihimpun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Watch Jatim, kematian itu disebabkan masih kurang mampunya tindakan pencegahannya.

Disampaikan Koordinator BPJS Watch Jatim Jamaludin, ibu malang itu akibat dari kebijakan kesehatan yang dijalankan Pemkot Surabaya, baik preventif maupun kuratif masih belum mampu mencegah, menekan dan mengurangi angka kematian ibu hamil. Selain itu, kematian ini juga dipicu masalah kemiskinan yang belum ditangani secara tuntas oleh pemkot.

Sudah saatnya pemkot maupun BPJS Kesehatan lebih serius memperhatikan peserta BPJS Kesehatan segmen Ibu hamil. Harapannya, selama kehamilan hingga persalinan bisa diperoleh akses yang baik. Sehingga Ibu dan bayinya terjamin kesehatannya  dan  terselamatkan.

Dari kasus tersebut, BPJS Watch Jatim mendesak pemkot merevitalisasi  secara serius Puskesmas Surabaya untuk memberikan pelayanan lengkap bagi ibu hamil dan melahirkan. Pelayanan meliputi, pemeriksaan kandungan termasuk memfasilitasi  fasilitas  rawat inap untuk persalinan tanpa dipungut biaya.

Pemkot, menurut Jamaludin, juga disarankan membuat sistem rujukan khusus kerjasama dengan beberapa rumah sakit untuk penanganan persalinan yang dalam kondisi darurat tertentu. (windhi/by)