Archandra Tahar, Ahli Kilang Minyak Yang Didapuk Jadi Menteri ESDM

Rabu, 27 Jul 2016 | 20.00 WIB

Archandra Tahar, Ahli Kilang Minyak Yang Didapuk Jadi Menteri ESDM

Archandra Taha (IST)


Centroone.com - Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu, (27/07/2016) kembali melakukan perubahan atau reshuffle dalam jajaran kabinet.  Dalam reshuflle kali ini, total ada 12 Menteri baru dan juga 1 pejabat setingkat menteri yang dilantik.  Sejumlah nama lama dan baru muncul dalam reshuffle. Salah satunya Archandra Tahar yang ditunjuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Sudirman Said.. Tidak banyak yang tahu siapa Archandra Tahar, pasalnya yang bersangkutan memang jauh dari dunia politik.

Pria yang dikenal sebagai praktisi industri minyak dan gas bumi (migas)  lebih banyak berkiprah di luar negeri. Chandra Tahar merupakan ahli kilang lepas pantai atau offshore. Dirinya terakhir kali menjabat sebagai President Direktur Petroneering di Houston, sebuah perusahaan pengembangan teknologi dan enginering yang fokus dalam desain dan pengembangan kilang offshore yang lebih tahan lama, efektif dan aman.

Selama ini, Chandra tinggal di Amerika Serikat, tetapi sering memberikan materi di Indonesia. Salah satunya pada tahun 2014 dia menjadi salah satu pembicara dalam persiapan Pertamina EP untuk mengoptimalkan lapangan offshore L-Parigi. Dalam kesempatan itu,  Archandra yang merupakan pemilik hak paten untuk teknologi McT (Multi Column TLP) Floating Platform, diminta untuk memaparkan konsep teknologi yang dimilikinya tersebut.

Archandra menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan S2 di Texas A&M University of America, yang kemudian berlanjut dengang petualangan keliling dunia sebagai ahli minyak selama 14 tahun terakhir sebelum akhirnya pekan lalu pulang ke Indonesia dan kemudian jadi menteri. 


"Saya tahu tidak dalam waktu seminggu dua minggu. Singkat sekali. Saya datang hari minggu. Tahunya dalam jeda waktu tersebut (jadi menteri)," kata pria, yang  menyelesaikan studi S1 di Teknik Mesin ITB (1989 -1994) dan Kemudian dia mendapat beasiswa di Texas A&M Universities pada jurusan Teknik Kelautan hingga meraih gelar master (1996 – 1998) dan doktor (1998 – 2001) itu sesuai pelantikan. bbs