Satpol PP Galakkan Operasi Yustisi Demi Ketertiban Kota

Selasa, 19 Jul 2016 | 19.00 WIB

Satpol PP Galakkan Operasi Yustisi Demi Ketertiban Kota

Satpol PP saat melakukan operasi yustisi (dok Centroone)


Centroone.com - Kinerja Satpol PP Kota Surabaya saat ini semakin berat. Penegakan Perda harus benar-benar dilakukan, apalagi saat ini Surabaya merupakan kota jasa dan perdagangan.

Tak hanya masalah RHU, reklame dan lainnya, penyakit masyarakat juga masuk dalam tanah kinerja Satpol PP. Selama ini, Satpol PP Surabaya gencar menggelar operasi Yustisi di kawasan tempat kos dan guest house, karena banyak  informasi dari masyarakat jika tempat tinggal sementara ini dianggap sebagai lokasi yang aman bagi pasangan mesum bahkan sampai pengguna narkoba dan bandar narkoba.

Sudah beberapa kali petugas Satpol PP Kota Surabaya, dalam operasinya selalu melibatkan Polrestabes dan Gartap III Surabaya berhasil mendapatkan tangkapan.

Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Junaedi, pihaknya memberi apresiasi atas kinerja Satpol PP Kota Surabaya yang getol menggelar berbagai jenis operasi, khususnya dengan penyakit masyarakat. “Kami salut dengan kinerja Satpol PP yang terus menggelar operasi Yustisi di berbagai tempat, dengan target yang berbeda demi terciptanya situasi Kota Surabaya yang kondusif,” ucapnya.

Operasi yang digelar di tempat kos dan guest house memang sangat baik. Tempat itu rawan, karena banyak warga luar kota yang memilih tinggal di tempat itu untuk kepentingan bisnis atau sebagai tempat tinggal sementara. Harga sewanya terjangkau.

Tempat itu dianggap aman. Jangan sampai lokasi ini justru dipergunakan sebagai tempat kegiatan yang ilegal atau bahkan tempat nyaman bagi para pasangan mesum.

“Kota Surabaya juga sudah menjamur apartemen, maka sudah seharusnya Satpol PP juga mulai melakukan operasi penertiban Yustisi di lokasi elit ini,” imbuhnya yang curiga jika apartemen juga patut diduga jadi tempat aman berbuat negatif.

Apartemen biasanya lebih aman karena sistem keamanannya yang ketat. Sehingga penghuninya sulit disentuh pihak luar. (windhi/by)