Harus Antisipasi Kedatangan Kaum Urban

Rabu, 29 Jun 2016 | 06.00 WIB

Harus Antisipasi Kedatangan Kaum Urban

Operasi Yustisi di Surabaya (Centroone)


Centroone.com - Pemkot Surabaya tentu harus mengantisipasi fenomena pasca arus balik lebaran. Kerap kali arus balik itu dibarengi dengan arus urbanisasi ke kota ini. Penduduk desa ingin mencari nafkah yang lebih baik di kota ini. Kondisi ini yang harus diantisipasi.

Disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Ratih Retnowati, masalah urbanisasi di mana saja adalah masalah yang wajar. Namun jika hal itu tak bisa dibendung, tentu akan menjadi beban kota.

“Ini konsekuensi Surabaya sebagai Kota Metropolis, tentu harus menerima hal itu lantaran kota dianggap sebagai tempat untuk mencari penghasilan dan meningkatkan taraf hidup (kesejahteraan) yang lebih baik. Kini tinggal bagaimana Pemkot Surabaya melakukan antispasi agar tidak terjadi pengangguran besar-besaran,” tegas Ratih.

Ratih mengatakan, kaum urban datang ke kota, khususnya Surabaya, lantaran Surabaya dinilai memiliki daya tarik. Daya tarik inilah yang kemudian harus dikelola Pemkot Surabaya agar bisa lebih bermanfaat. Artinya, sebisa mungkin apa yang menurut kaum urban menarik untuk datang ke Surabaya bisa dikelola menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat sekitar.

Mengenai banyaknya kaum urban yang datang setiap kali usai lebaran, Ratih mengimbau Pemkot Surabaya beserta jajaranya gencar melakukan operasi penertiban (Yustisi). Bahkan, kata dia, bila perlu disertai dengan sanksi. “Kalau penduduk yang sudah bertahun-tahun tinggal di Surabaya namun tidak memiliki adminsitrasi kependudukan seperti KTP dan lain sebagainya, ini kan tidak wajar. Nah ini yang harus ditindak dengan tegas melalui mekanisme sanksi,” katanya.

Sementara bagi penduduk yang baru datang (urban) usai Lebaran, kata dia, Pemkot Surabaya bisa langsung melokalisir dengan menghubungi kerabat atau sanak saudaranya di Surabaya. Apabila tidak memiliki kerabat dan tidak memiliki pekerjaan, maka bisa dikoordinasikan untuk dipulangkan ke daerah asalnya. Jangan sampai keberadaannya menambah jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Surabaya.

Langkah tersebut, kata dia, perlu dilakukan mengingat kian banyaknya kaum urban yang menganggur tidak memiliki pekerjaan berbanding lurus dengan tingkat kerawanan sosial di sebuah kota. Dampaknya, banyak masalah yang akan ditimbulkan, masalah sosial, kejahatan, dan lain sebagainya. (windhi/by)