Akibat Perang Sipil,Suriah Disesaki Wanita Lajang dan Lesbian

Minggu, 26 Jun 2016 | 15.00 WIB

Akibat Perang Sipil,Suriah Disesaki Wanita Lajang dan Lesbian

Wanita suriah (IST)


Centroone.com - Perang sipil yang terjadi di Suriah tidak hanya memakan korban fisik dan juga material. Perang sipil juga mengakibatkan para wanita di negara itu korban "perasaan. "

Daily Mail melaporkan, akibat perang sipil di Suriah banyak pria muda yang tewas. Mengakibatkan jumlah wanita dan pria muda tidak berimbang. Sebuah jajak pendapat baru-baru ini menyatakan, jumlah perempuan Suriah yang belum menikah mencapai 70 persen.

Seorang wanita bernama Shukran  mengungkapkan seiring dengan “menghilangnya” para lelaki setiap harinya akibat perang, jumlah wanita lajang dan janda meningkat sepanjang waktu.  Sementara itu beberapa wanita Suriah menderita karena hidup sendirian. Tak jarang mereka menerima pendamping pria yang usianya jauh lebih tua. ”Mereka melajang dan tidak ingin sendirian atau (hidup) tanpa anak, sehingga mereka menerima. Tapi para pria hanya ingin bersenang-senang, bermain seks,” kata Shukran. ”Banyak dari mereka yang menikah. Kebanyakan hanya ingin berselingkuh,” lanjut nya lagi.

Seorang wanita lain yang bernama Yara turut mengungkapkan, bahwa sekitar 10-20 persen dari teman-teman perempuannya telah menjadi lesbian. Yara mendengar pengakuan teman-temannya ketika berkumpul di meja makan. Yara menyadari, praktik homosekual adalah tindakan ilegal di Suriah, tapi hampir tidak ada yang dituntut karena negara sedang kacau.”Aku sangat terkejut,” ucap Yara ketika mendengar pengakuan teman-teman perempuannya. ”Ini bukan berarti bahwa saya tidak menerimanya. Itu normal,” tambah Yara. bbs