JRP Rambah Sekolah Formal

Selasa, 21 Jun 2016 | 01.00 WIB

JRP Rambah Sekolah Formal

Indayati Oetomo saat membeberkan rencana pendirian sekolahnya. (Centroone/Windhi)



Centroone.com - John Robert Powers (JRP) selaku penyelenggara pendidikan non formal (sekolah kepribadian) bakal mengembangkan usahanya dibidang pendidikan formal. Hanya saja pendidikan yang dipilih adalah pendidikan dini, mulai tingkat Play Group sampai Taman Kanak-Kanak dengan nama D'Ark Academy.

Hal ini diutarakan owner JRP Indayati Oetomo usai buka bersama yang digelar di kantornya, Jl Embong Kemiri 4, Senin (20/6/2016) sore. Menurut Indayati, sekolah baru untuk pendidikan dini ini akan mengambil lokasi di club house Regency 21 kawasan Arif Rahman Hakim.

"Untuk JRP, kami memakai kurikulum USA. Sementara untuk pendidikan formal yang akan kami jalankan menggunakan English Program Curriculum. Saya bersama suami (Indra Oetomo) ingin berkarya di usia kami yang sudah senja ini. Kami ingin berkarya demi anak bangsa," aku Indayati.



Ditanya soal pengalaman mengelola sekolah formal, Indayati mengungkapkan jika selama empat tahun terakhir sudah berpengalaman mengelola pendidikan formal di yayasan sekolah swasta Surabaya. Dengan modal pengalaman mengelola ekatrakurikuler itulah, JRP berani mendirikan sekolah formal.

"Kami memilih pendidikan untuk anak usia 3-6 tahun. Ini pendidikan dini agar kita mampu menciptakan anak bangsa yang bermartabat dan bermoral. Ini memang cita-cita kami agar anak bangsa sudah tak kehilangan karakternya. Lain lagi jika yang dididik adalah anak yang sudah remaja, mungkin lebih sulit menumbuhkan martabat dan moralnya," beber Indayati.

Yang jelas, kata dia, pendidikan ini untuk pasangan muda yang pekerja. Mereka bisa menitipkan anak-anaknya di sekolah yang buka sejak pukul 09.00-13.00. Sekolah ini siap mengawasi dan mendidik anak-anak itu. Jika anak di bawah usia 3 tahun, menurut Indayati, tentu masih harus didampingi orangtuanya. Sekolah ini akan dibuka pasca lebaran Idul Fitri dan akan mengikuti kurikulum Indonesia sejak September 2016. (windhi/by)