Demi Menimba Ilmu, 15 Bocah Setiap Hari Pertaruhkan Nyawa

Selasa, 31 Mei 2016 | 18.00 WIB

Demi Menimba Ilmu, 15 Bocah Setiap Hari Pertaruhkan Nyawa

Anak-anak mendaki tebing curam untuk kesekolah (IST)


Centroone.com - Bagi yang para pelajar yang masih sering mengeluh harus berjalan kaki atau naik kendaraan umum ke sekolah, wajib melihat nasib ke 15 anak yang tinggal di  desa  Atule'er, selatan Sichuan, Cina.  Anak-anak di desa ini jangankan naik kendaraan umum, berjalan kaki ke sekolah pun menjadi tantangan ekstrim bagi mereka.

Setiap hari ke 15 anak itu,mempertaruhkan nyawa mendaki dan menuruni 17 batang tangga kayu yang disusun rapat di sebuah tebing setinggi 800 meter untuk ke sekolah. Desa Atule'er sendiri hanya terdiri dari 72 keluarga dan rute ke desa itu sangat sulit.   Perjalanan ke sekolah yang menantang nyawa itu sendiri bukannya tidak pernah memakan korban.  Namun meskipun begitu, 15 anak berusia enam sampai 15 tahun ini tetap gigih bertaruh nyawa melakukan perjalanan ke asrama sekolah dari kampung halaman mereka, dua minggu sekali demi menimba ilmu.



Foto perjuangan anak-anak ini belakangan telah tersebar di media sosial, dan memantik simpati dari netizen.  Rata-rata netizen mendesak pemerintah China segera mencari solusi bagi masalah tersebut. Laporan media setempat, seperti dilansir dari DailyMail menyebutkan pemerintah provinsi telah mengadakan kunjungan ke desa tersebut dan mengumumkan akan membangun tangga yangmenghubungkan desa itu dengan dunia luar. Bagi kaum dewasa, perlu waktu satu jam setengah untuk mendaki anak tangga itu, dan satu jam untuk menuruninya. by