Kembangkan Potensi Investasi Jatim, KSEI Siap Gandeng Bank Jatim

Kamis, 28 Apr 2016 | 18.34 WIB

Kembangkan Potensi Investasi Jatim, KSEI Siap Gandeng Bank Jatim

Direktur KSEI Friderica Widyasari Dewi (Centroone)


Centroone.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melirik potensi besar dari investor yang ada di Jawa Timur.  Jatim sendiri menurut Direktur KSEI Friderica Widyasari Dewi merupakan wilayah ketiga dengan investor terbesar, setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat, dengan total investor 15-20 persen dari total investor nasional yang sebesar  477 ribu investor. 

Dimana 5 persen diantaranya berada di Surabaya. Emiten Jawa Timur sendiri juga terbanyak kedua setelah Jakarta yakni 42 emiten dari total 560 emiten.

Saat ini sendiri, dari semua bank di Jawa Timur yang menjadi bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) , tidak ada satupun yang merupakan bank pembangunan daerah. Adapun bank yang telah menjadi administrator RDN sendiri ada sembilan bank, yakni Bank CIMB, Bank BNI, BRI, Bank Central Asia (BCA), BCA Syariah, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Bank Permata dan Bank Sinarmas.

Karena itulah Frederica, berharap BPD seperti Bank Jatim segera menjadi bank administrator RDN. Pasalnya, BankJatim sendiri  memiliki potensi besar dengan menjadi bank administrator RDN.  "Biasanya nasabah memiliki fanatisme loka tersendiri atau kedekatan emosional dengan BPD.   Selain itu dengan dengan Bank Jatim menjadi admin RDN maka para investor (di Jatim) bakal juga lebih mudah melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap investasinya.  Selain itu juga bisa meningkatkan jumlah investor di pasar modal,"ujar Frederica kepada awak media di Surabaya, Kamis, (28/04/2016).

Potensi perputaran uang yang bisa dimanfaatkan oleh Bank Jatim dan 9 bank administrator RDN yang sudah ada  sendiri cukup besar, yakni sekitar Rp 5 Triliun.  Meskipun potensi besar yang siap dikembangkan sudah di depan mata, bukan berarti bukan tanpa halangan. Frederica menambahkan, KSEI masih menunggu adanya sejumlah peraturan atau undang-undang yang mengatur hal tersebut. Terutama terkait dengan kemudahan nasabah membuka rekening tabungan sekaligus membuka rekening investasi. by