Ahli: Berhenti Merokok Kurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Kamis, 31 Mar 2016 | 10.08 WIB

Ahli: Berhenti Merokok Kurangi Risiko Penyakit Alzheimer

centroOne/Istimewa


Centroone.com - Penyakit Alzheimer biasanya muncul pada usia tua.

Para ahli mengatakan, orang yang hidup cukup lama, umumnya mencapai usia 70, 80 dan 90-an, memiliki risiko yang lebih tinggi secara signifikan terserang penyakit degenerasi syaraf, yang tidak hanya merampas ingatan, tapi juga mobilitas mereka.

Alzheimer tidak dapat disembuhkan dan akhirnya menuju kematian. Sekarang, sebuah penelitian baru menunjukkan merokok dapat memicu atau mempercepat perkembangan demensia. Penelitian ini hanya melibatkan tikus, tapi temuan ini memberikan kita satu lagi alasan kuat untuk berhenti merokok.

Dikutip dari laman VOA, Claudio Soto yang merupakan guru besar neurologi di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas dan rekan-rekannya, dengan menggunakan tikus transgenik yang dibiakkan untuk menderita Alzheimer versi manusia, membuat satu kelompok menjadi perokok pasif, seolah-olah menghirup asap rokok orang lain.

Kelompok tikus lain dibuat menghirup asap selayaknya perokok ringan, yang setara dengan satu atau dua batang rokok per hari. Hasilnya, kata Soto, dibandingkan dengan tikus transgenik yang sama sekali tidak terpapar asap rokok.
NEXT