Menumbuhkan Kebahagiaan Anak Butuh Kebersamaan Keluarga

Minggu, 20 Mar 2016 | 18.29 WIB

Menumbuhkan Kebahagiaan Anak Butuh Kebersamaan Keluarga

Saat dialog interaktif Nestlé LACTOGROW yang menghadirkan Oka Antara (dua dari kiri). (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Nestlé LACTOGROW Happy Date with Legendaddy – Happy Winter Land yang digelar di Tunjungan Plasa III Surabaya, juga menggelar dialog interaktif. Hadir pada acara itu artis Oka Antara, psikolog Rini Hildayani Msi, DR Dr Ahmad Suryawan SpA(K) serta Brand Manager LACTOGROW Gusti Kattani Maulani.

Dalam dialog ‘Kebahagian Keluarga Penentu Karakter dan Tumbuh Kembang Anak’, Gusti Kattani Maulani mengatakan jika kebahagian ini tak cukup hanya dengan berlibur tapi justru kebersamaan di keluarga itu. “Misalnya dengan melakukan aktivitas bersama keluarga,” ujar Maulani.

Dia menambahkan, Nestlé LACTOGROW turut mendukung kualitas kebahagiaan keluarga Indonesia. Untuk itu, Nestlé LACTOGROW berkomitmen memberikan wadah di mana keluarga dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama-sama. Nestlé LACTOGROW berharap, kualitas kebahagiaan keluarga Indonesia bisa semakin meningkat dari waktu ke waktu demi perkembangan generasi bangsa yang lebih baik.

Hal tersebut dibenarkan psikolog Rini Hildayani. Menurutnya, orangtua itu harus bisa memberi contoh yang baik. Dia menambahkan, interaksi dan pengalaman yang dialami oleh anak ketika bersama dengan ayah dapat mempengaruhinya hingga dewasa. Perkembangan kemampuan kognitif dan bersosialisasi anak juga dipengaruhi oleh kedekatan dan hubungan emosional yang dibangun oleh ayah. Dalam pengasuhan, orang tua, termasuk ayah, juga harus peka terhadap kebutuhan anak, termasuk kebutuhan mereka untuk merasa bahagia,” jelas Rini.

Menurut Rini, cara meningkatkan kualitas kebahagiaan keluarga harus ada unsur interaktif. Lebih baik orang tua jadi mainan anak agar muncul kreatifitas anak. Misalnya dengan main kuda-kudaan, justru itu tak butuh modal besar tapi bisa dimana saja dan kapan saja. Anak itu suka sesuatu yang ada kejutannya.

Sementara Oka Antara, publik pigur dengan 3 orang anak ini mengaku sangat bahagia dengna keluarganya. Menurut dia, apa yang tak ada di istrinya, justru ditemukan anak-anaknya pada dirinya. Selama ini dia lebih suka melakukan kegiatan di luar rumah (outdoor activity) yang berkualitas agar selalu tumbuh kebersamaan di keluarganya.

“Tantangan yang dihadapi oleh keluarga pada umumnya adalah cara membangun hubungan dengan anak, menyempatkan untuk menghabiskan waktu bersama anak dan pasangan, serta menyeimbangkan kedua hal tersebut dengan karir. Saya senang Nestlé LACTOGROW menghadirkan Happy Date with Legendaddy – Happy Winter Land. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi orang tua, termasuk ayah, untuk menikmati kebersamaan dengan anak dan meningkatkan kualitas kebahagiaan keluarga yang akan berpengaruh pada karakter dan tumbuh kembang anak jangka panjang,” beber Oka.

Pada kesempatan itu, Ahmad Suryawan yang akrab disapa Dr Wawan menjelaskan jika tumbuh kembang anak itu tak saja dipengaruhi lingkungan yang bahagia, tapi juga kesehatannya. Menurutnya, sistem pencernaan yang baik pada anak merupakan salah satu faktor penting untuk tumbuh dan berkembang menjadi anak yang bahagia dan aktif.

Dokter anak dan ahli tumbuh kembang ini mengatakan, organ imunitas terbesar ada di dalam saluran cerna. Oleh karena itu, penting untuk memastikan saluran cerna dalam keadaan sehat agar dapat menjalankan berbagai fungsinya, termasuk diantaranya untuk menyerap zat gizi dari makanan. Saluran cerna yang sehat akan menunjang tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun secara mental dan sosial. Saluran cerna yang tidak sehat akan menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan yang tidak hanya mempengaruhi fungsi saluran cerna dan perkembangan otak anak, tetapi juga kondisi psikologis anak dan orang tua.

“Dalam dunia anak, kebahagiaan itu jangan ditunggu tapi dibentuk. Ini berkaitan dengan tubuh anak khususnya sel otak atau neuron. Anak yang diberi senyum aja akan merangsang jutaan syarafnya hingga bahagia. Apalagi anak usia dini yang suka meniru karena memiliki jutaan syarat peniru. Anak dalam pembentukan sel otak, saat saluran cerna gak benar maka sirkuit otak gak benar. Keluarga itu harus suka memberi dan menerima dalam hubungannya. Anak itu butuh lingkungan yang diperkaya bukan lingkungan kaya. Beri sesuatu yang berbeda agar anak jadi kreatif. Kebahagiaan itu lebih dari obat, itu harus didukung dari lingkungan keluarga. Jangan terlalu sering memberi anak obat sembarangan, tapi harus berikan kepada anak kualitas kebahagiaan yang lebih baik,” ungkap Dr Wawan. (windhi/by)