Belum Genap Sepekan, Habib Rizieq Tiga Kali Dipolisikan

Sabtu, 31 Des 2016 | 06.00 WIB

Belum Genap Sepekan, Habib Rizieq Tiga Kali Dipolisikan

Habib Rizieq (IST)


Centroone.com - Pekan ini, Imam besar Front Pembela Islam  Habib Rizieq Syihab sudah dua kali dipolisikan dengan tudingan melakukan penistaan agama.  Yang pertama pada Senin, (26/12/2016)  oleh  Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Angelo Wake Kako, dan kedua, sehari setelah itu, (selasa, 27/12/2016) oleh Direktur Eksekutif Student Peace Institute Doddy Abdallah.   Dan belum genap seminggu, nama Rizieq Syihab kembali dilaporkan ke polisi untuk ketiga kali.

Kali ini yang melaporkan Rizieq Syihab adalah Forum Mahasiswa-Pemuda Lintas Agama (Rumah Pelita). Mereka melaporkan Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya, Jumat (30/12) dengan tuduhan upaya penyebaran kebencian dan penodaan agama.  "Kami Rumah Pelita melaporkan Saudara Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya demi Indonesia damai. Melaporkan terkait ceramahnya yang ternyata mengolok-olok keyakinan agama Kristen di Pondok Kelapa, Jakarta Timur," kata Juru bicara Rumah Pelita Slamet Abidin, di Jakarta, Jumat (30/12).

Diingatkan, jika ingin hidup di Indonesia yang notabene merupakan negara hukum, maka setiap elemen bangsa, agama, atau organisasi kemasyarakatan (ormas), harus ikut menjaga toleransi yang ada. "Jangan seenaknya menghina keyakinan orang lain, seenaknya menggunakan dalil tertentu dari ajaran agamanya untuk mengolok-olok apa yang orang lain yakini," ucapnya menyesalkan.

Polisi sendiri sebelumnya memastikan akan mengusut kasus penistaan agama yang diduga dilakukan imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.  Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan, menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.  Apabila ditemukan alat bukti kuat yang dapat menjerat Habib Rieziq, maka pihaknya akan meningkatkan status ke penyidikan.

Mantan Kadiv Propam Polri tersebut menegaskan semua orang tanpa terkecuali sama di mata hukum. "Kami akan melakukan penyelidikan. Nanti tentu lidiknya seperti bagaimana. Bagaimana lidiknya baru ada gelar perkara. Di Indonesia ini tak ada yang kebal hukum," ujar Irjen M Iriawan, saat jumpa pers akhir tahun 2016, Kamis (29/12/2016). bbs