Wawali Surabaya Ajak Bermedsos Cerdas, Hindari Permusuhan

Kamis, 29 Des 2016 | 15.00 WIB

Wawali Surabaya Ajak Bermedsos Cerdas, Hindari Permusuhan

Wakil Wali kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (Centroon/windhi)


Centroone.com - Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menilai trend masyarakat pengguna sosial media belakangan ini cenderung tidak sehat. Sosial media yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk memerkuat tali silaturahmi antarpengguna, tetapi faktanya sekarang lebih banyak dipakai untuk menebar fitnah dan kebencian.

Bahkan menurutnya, banyak diantara akun-akun tersebut yang hingga kini menebarkan isu-isu pemberitaan yang tidak bertanggung jawab dan berbau SARA. Akhirnya memunculkan opini masyarakat yang bersifat destruktif.

"Isinya banyak yang fitnah dan menebar kebencian. Mungkin sebagian dari masyarakat kita masih banyak yang gagap sosmed. Sehingga tidak sadar, kalau dampaknya bisa meresahkan masyarakat lainnya," terang Whisnu Sakti, yang juga Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini, Kamis,(29/12/2016)

"Di beberapa akun yang sempat saya cermati, cukup banyak juga akun yang menampilkan foto-foto atau video-video yang sadis dan berbau anarkhis. Dan parahnya hal seperti itu, banyak yang nge-like dan share, jumlahnya hingga ratusan ribu akun yang melakukan like dan share. Ini fenomena yang sangat tidak sehat," ungkap Whisnu Sakti, alumni Teknis Industri ITS ini.

Whisnu Sakti juga mengingatkan, bahwa bangsa Indonesia dikenal masyarakat dunia sebagai bangsa yang ramah dan terkenal dengan sopan santunnya. Sehingga sudah sepatutnya nilai-nilai itu kita jaga dan rawat sebagai jati diri bangsa.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan, kalau fenomena bermedsos seperti sekarang ini juga sudah mulai mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia ini negara besar yang memiliki sumber kekayaan alam yang sangat luar biasa. Sehingga banyak menjadi incaran negara asing.

Sesuai amanat Bung Karno, Whisnu Sakti menyampaikan, sudah sepantasnya kita sebagai bangsa, kita ingin bangsa ini tumbuh menjadi bangsa yang kuat dan diperhitungkan oleh negara lain. Bukan sebaliknya, justru melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Surabaya agar memanfaatkan media sosial secara sehat, yaitu untuk hal-hal yang bersifat positif dan bertanggung jawab. "Bermedsos yang sehat merupakan bagian dari bela negara," tegas Whisnu Sakti. (windhi/by)