Tangani 170 Kasus Teror,Polisi Tembak Mati 33 Teroris Sepanjang 2016

Kamis, 29 Des 2016 | 08.00 WIB

Tangani 170 Kasus Teror,Polisi Tembak Mati 33 Teroris Sepanjang 2016

Densus 88 saat melakukan penggerebekan teroris (dok Centroone)


Centroone.com - Sepanjang tahun 2016, Kepolisian RI menangani 170 Kasus terorisme. Dari jumlah kasus tersebut, ada 33 tersangka teroris yang tewas karena melawan poliis. Sementara dari pihak kepolisian sendiri, 11 personel luka dan satu personel meninggal jadi korban. Angka 170 kasus sendiri naik dibanding 82 kasus pada 2015. Kenaikan ini sebanyak 88 kasus atau 107 persen. Hal itu diungkapkan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian saat merilis laporan kinerja Polri sepanjang 2016

Menurut Tito ,sepanjang 2016 ini ada 40 kasus yang telah divonis di pengadilan, enam orang dikembalikan ke keluarga, 36 kasus masih proses sidang, dan 55 kasus dalam proses penyelidikan. "ada 33 tersangka teroris yang meninggal karena melawan, tahun lalu hanya tujuh orang. Anggota Polri sendiri yang menjadi korban adalah 11 personel luka dan satu personel meninggal," tutur Tito di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12).

Salah satu sebab tingginya pelaku teroris yang tewas itu adalah karena berlangsungnya operasi Tinombala di Poso untuk mengejar kelompok Santoso serta pergerakan teroris luar negeri, yang tengah tertekan dan memerintahkan jaringannya untuk bergerak.  "Penjelasannya, yang terjadi di ISIS, Suriah, tahun 2016 ini, semua negara menekan ISIS sehingga mereka di dalam negerinya tidak bergerak, jaringan di luar negerinya lalu disuruh bergerak," kata Jendral Tito lagi.

Makanya, terjadi serangan di Eropa, di Prancis, termasuk di Indonesia. Maka tak heran di Indonesia terjadi kasus teror dan penangkapan pelaku yang terkait ISIS sepanjang tahun ini.

"Soal yang meninggal, di antaranya, itu juga (terkait operasi Tinombala). Kita tak bisa generalisir, ini karena ada perintah untuk lebih ekspresif. Penindakan mematikan itu boleh ketika ada ancaman yang bisa mematikan petugas atau masyarakat. Kalau itu terjadi ya harus kita lakukan," sambungnya. bbs