Dana Penyertaan Modal Tersimpan Di Kas Daerah

Selasa, 29 Nov 2016 | 22.00 WIB

Dana Penyertaan Modal Tersimpan Di Kas Daerah

ilustrasi (IST(


Centroone.com - Selama ini, dana permodalan untuk BUMD banyak yang tersimpan di Kas Daerah. Padahal dana itu sebagai dana penyertaan modal dari Pemkot Surabaya ke BUMD. Hal inilah yang banyak tak diketahui orang. Ujung-ujungnya, ada tudingan jika BUMD dianggap tak maksimal menggunakan dana bantuan APBD tersebut.

Seharusnya, dana berupa penyertaan modal tersebut, jika diserahkan sepenuhnya ke BUMD  dapat mendongkrak atau mengoptimalisasikan dana itu sendiri.

Seperti disampaikan anggota Komisi B DPRD Surabaya Ahmad Zakaria, ternyata dana penyertaan modal untuk beberapa BUMD selalu ‘ngendon’ di Kas Daerah dalam waktu yang cukup lama, hanya karena ada keragu-raguan pencairannya.

“Bayangkan, dana penyertaan modal untuk PD Pasar Surya pada 2015 yang nilainya Rp10 miliar, ternyata cair pada Desember 2015 dan baru digunakan pada September 2016. Artinya setelah tersimpan di pemkot beberapa bulan, saat cair pun masih tetap ngendon lagi beberapa bulan,” ungkap Zakaria.

Begitu juga di PDTS KBS. Dana penyertaan modal pada 2016 ini senilai Rp10 miliar, sampai November ini belum bisa dicairkan. Artinya, kalaupun bisa cair pada Desember, maka akan digunakan pada tahun berikutnya. Anehnya lagi, dana penyertaan modal untuk BUMD termasuk PDTS KBS juga ada di APBD 2017.

“Ini pengakuan mereka, dan katanya pemkot beralasan soal unsur kehati-hatian. Jika memang tak membutuhkan dana itu kan bisa dialokasikan untuk yang lain. Karena setelah dana itu bisa dicairkan, siapa yang bisa mengontrol penggunaannya, sesuai atau tidak. Kami juga tidak bisa mengetahui, hanya PPATK yang bisa mengecek itu,” tegas Zakaria.

Untuk itulah, dia meminta kepada Pemkot Surabaya untuk tidak lagi menahan pencairan dan penyertaan modal yang sudah tertuang dalam APBD tahunan. (windhi/by)