Siapkan Pedoman Tata Krama Pengggunaan Sosial Media

Selasa, 29 Nov 2016 | 18.00 WIB

Siapkan Pedoman Tata Krama Pengggunaan Sosial Media

ilustrasi (IST)


Centroone.com - Setelah pada bulan Oktober lalu disahkan oleh DPR, Revisi undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mulai Senin, (28/11/2016) mulai berlaku.  

Ada 7 poin perubahan dari UU yang disahkan 27 Oktober 2016 lalu itu.   Salah satu poin penting dalam revisi tersebut adalah mengenai kewenangan pemerintah untuk memblokir atau memutus akses terhadap informasi elektronik yang melanggar hukum, termasuk akun media sosial yang menyebarkan konten negatif.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, menegaskan pihaknya tidak akan hanya melakukan pemblokiran. Melainkan juga tengah menyiapkan suatu kajian atau pedoman tata krama dalam penggunaan media sosial.  

"Capek kalau cuma blokar-blokir. Wartawan juga nanya terus, udah blokir berapa ratus ribu.Konten hoax, negatif, hingga penghasutan di media sosial tidak cukup hanya diselesaikan dengan pendekatan regulasi, tapi harus ada upaya pendekatan sosial" ucap Rudiantara kepada awak media.

Rudiantara sendiri menegaskan pihaknya sampai saat ini telah memblokir lebih dari  770 ribu konten di Internet, dan menurutnya hal itu tidaklah cukup. Pedoman tersebut nantinya bakal memberikan edukasi dan sosialiasi kepada masyarakat.

"Kementerian meminta bantuan kepada para sosiolog dan budayawan untuk bersama-sama membuat panduan etika dalam menggunakan media sosial. Panduan ini tidak hanya berupa anjuran semata, tapi pemerintah ke depan juga akan berfokus pada aspek hulu, tidak hanya hilir. Jadi tidak hanya di hilir saja dengan main tangkap dan blokir, karena aspek hulu lebih penting, dengan memberikan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat," tuturnya. bbs