Dikukuhkan Wiranto, PAW di DPRD Surabaya Batal

Senin, 28 Nov 2016 | 22.00 WIB

Dikukuhkan Wiranto, PAW di DPRD Surabaya Batal

Edi Rachmat usai dikukuhkan sebagai Plt Ketua DPC Hanura Surabaya. (WIndhi/Centroone)


Centroone.com - DPD Partai Hanura Jatim tetap mengukuhkan Edi Rachmat sebagai Plt Ketua DPC Hanura Kota Surabaya. Padahal, keabsahan SK Plt tersebut sempat dipermasalahkan. Edi yang anggota DPRD Surabaya ini dikukuhkan bersama 37 pimpinan DPC kabupaten/kota di Jatim, Senin (28/11/2016).

Sebelumnya, Edi sempat diajukan dalam pergantian antar waktu (PAW) di DPRD Kota Surabaya. Bahkan dalam pengukuhan tersebut, hadir Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan pengurus DPP lainnya. Hal ini tentu saja semakin memerlihatkan jika penunjukan Edi itu sah.

Dalam PAW yang diajukan DPC Partai Hanura Surabaya, ditandatangani Ketuanya Whisnu Wardhana dan Sekretaris Agus Santoso. Padahal, setelah Whisnu ditangkap Kejaksaan Tinggi Jatim atas kasus dugaan penjualan aset PT Panca Wira Usaha Jatim, pihak DPD Hanura Jatim langsung menunjuk Edi sebagai Plt. Namun penunjukan itu dianggap tak sah, makanya ada pengajuan PAW oleh DPC.

“Ini adalah bukti SK yang dikeluarkan DPP Hanura bahwa penunjukan saya tak main-main. Gejolak penolakan yang masih bergemuruh di internal DPC saat ini hanya sebagai dinamika politik belaka. Di balik semua ini, baik itu gejolak sampai isu PAW adalah bagian dari kecemburuan sosial. Makanya saya hanya diam saja, biarlah orang lain ngomong apa saja," tegas Edi usai di kukuhkan di Jatim Expo.

Pasca pengukuhan ini, pihaknya siap melakukan penguatan internal partai. Dia juga akan mengadakan musyawarah cabang luar biasa pada 14 Desember. Hal tersebut sesuai dengan amanah DPD atas dirinya sebagai Plt ketua DPC. Dalam Muscablub tersebut jika ada kesepakatan mufakat, akan ditentukan ketua DPC Partai Hanura yang devinitif.

Dia juga yakin, pengajuan PAW itu tidak akan berpengaruh pada dirinya di DPRD. Sebab, kata dia, PAW hanya bisa dilakukan melalui mekanisme standar. "Harus dimulai dengan musyawarah dan forum seluruh pengurus harian. Nggak sederhana prosesnya dan semua forum itu harus setuju atas pengajuan PAW-nya. Sedangkan PAW saya malah nggak ada yang tahu," imbuh Edi.

Menurutnya, pengajuan PAW tidak bisa diajukan secara personal melainkan harus melalui pengajuan dari DPP. Karena itu pihaknya akan berupaya melakukan pembenahan di internal partai. Tidak hanya di DPC, malainkan sampai tingkat ranting dan anak ranting.

Sementara Agus Santoso tetap meminta DPRD Surabaya untuk meneruskan proses permohonan PAW terhadap Edi. “Saya tidak akan pernah menarik apalagi mencabut permohonan PAW terhadap Edi Rachmat. Saya sudah kembali meminta kepada DPRD Surabaya untuk memprosesnya,” ucap Agus. (windhi/by)