Tripang UKM Surabaya Tembus Pasar Ekspor

Senin, 31 Okt 2016 | 01.00 WIB

Tripang UKM Surabaya Tembus Pasar Ekspor

Wali Kota Risma saat memotivasi Pahlawan Ekonomi (Centroone/Windhi) .


Centroone.com - Produk hasil laut Kota Surabaya yang dikemas secara baik, ternyata sangat diminati negara lain. Pernyataan tersebut disampaikan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo saat melihat langsung hasil olahan teripang UKM Fish Q dalam acara road show Pahlawan Ekonomi (PE) di lapangan AMD Kecamatan Pakal, Minggu (30/10/2016).

"Teripang barang bagus. Bila tidak pakai MSG atau tanpa pengawet serta di dalam kemasannya tercantum gizinya maka harga akan naik. Eksportir pengolahan ikan banyak di Surabaya. Titipkan saja produksi Bu Nurul ini untuk dijual ke Singapura karena mereka butuh," kata Nilanto Perbowo di depan ratusan warga kecamatan Pakal.

Senada dengan Nilanto, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membenarkan jika produksi PE dari Nurul Hidayati warga Greges Kalianak tersebut diminati warga asing selain Singapura.

"Dengan dikemas secara baik maka harga naik. Contohnya teripang. Orang kaya itu gak peduli harga. Korea dan Amerika saja saat saya ke sana mengejar teripang buatan Nurul karena mereka tahu kandungan gizi makanan laut itu sangat tinggi," tegas Risma meyakinkan.

Selain meminta agar teripang Fish Q untuk di ekspor, Nilanto Perbowo di kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa pembangunan Surabaya khususnya sentra ikan cukup bagus dan berkembang. Nilanto yang mengaku lahir di Kota Pahlawan ini mengaku kaget dengan adanya sentra ikan bulak di Kenjeran yang tidak pernah terpikirkan olehnya.

"Saya kemarin melihat sentra ikan bulak ternyata bagus. Saya pikir gak ada di sini. Sentra ikan bulak itu dulu becek bau dan sekarang diubah jadi bagus dan ada tamannya. Saya berterima kasih sama Pemerintah Kota Surabaya yang menata nelayan jadi lebih baik," terusnya.

Sementara Nurul Hidayati, peraih juara II Home Industry Pahlawan Ekonomi 2011 dan Best of The Best Home Industry Pahlawan Ekonomi 2013 mengaku senang dengan adanya pelatihan PE yang diikutinya. Produksinya sendiri kini bertambah, mulai dari krupuk teripang atau nama latinnya sand sea cucumber/holothuria scabra, krupuk payus hingga yang terbaru roti kering bagelen butter.

“Saya bersama suami (Imam Sholeh, red) terus mencoba hal yang baru agar dapat memenuhi produksi pasar makanan di Surabaya dan kota lainnya. Hingga kini, kami mengisi produk di Carrefour dan Giant,” kata Nurul Hidayati.

Setiap minggunya, Nurul mengolah teripang untuk memenuhi pasar mencapai 60-80 kg kering yang didapat dari pengolahan 7-8 kuintal teripang per hari untuk dikeringkan. Pengeringannya pun masih menggunakan sistem konvensional, yaitu dengan sinar matahari.

Dari hasil berbagai produk pengolahan hasil laut yang dibuatnya, Nurul mendapatkan omzet Rp12 juta per minggunya. "Saya memperoleh teripang segar dari 18 nelayan yang kami bina dan 6 pegawai untuk pengolahan," tukasnya. (windhi/by)